x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Sosialisasi FLLAJ Kabupaten Lombok Barat di Kecamatan Sekotong

Sekotong - Dalam rangka lebih memasyarakatkan keberadaan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat, dilaksanakan sosialisasi di Kecamatan Sekotong. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 14 Agustus 2017 pukul 09.00 Wita – selesai bertempat di aula kantor camat Sekotong. Sosialisasi FLLAJ Kabupaten Lombok Barat di kecamatan ke-6 ini dihadiri oleh camat Sekotong, kepala desa, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, serta PKK Kecamatan Sekotong.

Kegiatan ini dibuka oleh Camat Sekotong pada pukul 10.30 Wita. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya untuk setiap perwakilan desa yang hadir dalam sosialisasi ini nantinya dapat meneruskan informasi atas kehadirannya forum lalu lintas dan angkutan jalan di Kabupaten Lombok Barat ke desa-desa yang ada di Kecamatan Sekotong. Sehingga, Sekotong nantinya akan menjadi sorotan atau prioritas dalam pembangunan infrastruktur.

Davey Kusmayadi selaku perwakilan PIUC menyampaikan materi pertama terkait dengan Program PRIM. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan alasan paling mendasar Pemerintah Australia mau membantu pembangunan dalam bidang infrastruktur kepada Pemerintah Indonesia khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui dana hibah. Disamping itu, beliau menjelaskan juga permasalahan-permasalahan pembangunan jalan yang selama ini dilakukan di Indonesia. Banyak dari permasalahan tersebut dikarenakan tidak memperhatikan kualitas pembangunan, hanya melihat nilai anggaran yang kecil dan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama. Oleh karena itu, PRIM hadir untuk merubah mindset tersebut bahwa pembangunan jalan harus memperhatikan kualitas dengan nilai anggaran dan waktu pengerjaan yang seimbang.

Fathurrahman, SH selaku coordinator Forum LLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan materi selanjutnya terkait dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam paparanya, beliau menyampaikan sejarah pembentukan FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat berdasarkan surat keputusan Bupati Lomboik Barat Nomor 58A/126/Dishub/2017 tentang pembentukan FLLAJ, kelompok kerja, dan sekretariat FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, beliau juga menyampaikan peran dan fungsi FLLAJ serta 9 (Sembilan) SOP FLLAJ Kabupaten Lombok Barat sebagai acuan dan panduan bagi terlaksananya tugas, pokok, dan fungsi frum serta media apa saja yang di fasilitasi oleh FLLAJ untuk memudahkan masyarakat memberikan laporan/keluhan/aduan. Pada akhir pemaparannya, beliau menyampaikan media yang dapat digunakan masyarakat antara lain melalui pengaduan langsung ke Sekretariat FLLAJ, SMS/WA, email, website, maupun facebook.

Materi selanjutnya berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas yang disampaikan oleh Lalu Mulyadi selaku Kanit Dikyasa Polres Lombok Barat. Beliau menjelaskan bahwa angka kecelakaan yang ada di Indonesia menyentuh angka 150/jam (sumber: Mabes POLRI). Factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut yaitu 15% berasal dari cuaca, 15% dari kondisi kendaraan, dan 70% bersumber dari kelalaian manusia. Dalam akhir pemaparannya beliau menghimbau serta menekankan untuk selalu memperhatikan kelengkapan dalam berkendara seperti menggunakan helm dan pentingnya lampu sen. Beliau mengharapkan untuk peserta sosialisasi yang hadir dapat meneruskan informasi terkait dengan pesan keselamatan tersebut kepada masyarakat yang lebih luas guna menekan angka kecelakaan di Indonesia khususnya Kabupaten Lombok Barat.

Materi terkait jalan sekaligus menjadi materi terakhir disampaikan oleh Ni Luh Putri Utami, ST, MT, Msc selaku Kasi Perencanaan Teknis dan Pengendalian Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara detail terkait dengan bagian-bagian jalan, status jalan, serta ruas jalan di Kecamatan Sekotong yang merupakan kewenangan kabupaten.

Dalam sosialisasi ini, terdapat sesi tanya jawab/diskusi dari peserta kepada pemateri, antara lain:

1. Camat Sekotong, beliau memberikan keluhan sebagai berikut:

  • Pembangunan jalan yang ada saat ini kurang memperhatikan pembuatan saluran kiri dan kanan
  • Jalan dari Sekotong menuju ke Sepi perlu adanya pelebaran
  • Terdapat batu besar yang jatuh akibat longsor di jalan raya Sekotong, mohon dilakukan penanganan segera karena membantu kenyamanan para pengendara.

2. L. Sarapudin, Kepala Desa Sekotong Tengah menyampaikan usulan dan keluhan terkait desanya, sebagai berikut:

  • Forum agar lebih diefektifkan lagi keanggotaannya. Diperlukan perwakilan dari setiap desa di semua kecamatan untuk menjadi anggota FLLAJ Kabupaten Lombok Barat
  • Tidak ada lagi kegiatan pembersihan/perambasan rumput-rumput liar di bahu jalan.

3. Abdul Muji Tahid selaku Kepala Dusun Lendang Re menyampaikan keluhan terkait dengan jalan yang sudak tidak layak pakai pada ruas Lendang Re – Menjut. Beliau menyampaikan bahwa kondisi disana sudah memprihatinkan dan sudah tidak ada gorong-gorong. Beliau sangat memohon agar ruas ini lebih diperhatinkan.

4. Staff Camat Sekotong menyampaikan keluhan perlunya rambu-rambu lalu lintas di Kecamatan Sekotong terutama pada ruas Bangko-Bangko dan Buwun. Beliau juga mengusulkan agar rambu-rambu yang dipasang tidak terbuat dari besi, karena mudah dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Fathurrahman, SH menanggapi usulan terkait dengan keefektivan anggota Forum agar berasal dari perwakilan desa, beliau menanggapinya bahwa FLLAJ merupakan forum yang berada di tingkat kabupaten, bukan di tingkat desa dengan komposisi anggota 50:50 dari unsure pemerintah maupun non pemerintah. Terkait dengan usulan pemasangan rambu di Sekotong, beliau telah menampung aspirasi tersebut untuk dilakukan survey pemasangan rambu selanjutnya. Beliau juga berpesan untuk masyarakat sekitar ikut bertanggung jawab dan menjaga untuk setiap rambu yang telah terpasang.

Ni Luh Putri Utami menanggapi keluhan masayrakat terkait dengan kerusakan jalan pada ruas Lendang Re – Menjut. Beliau menyampaikan bahwa masih ada jalan di ruas tersebut sepanjang 2,35 km yang masih berupa kerikil. Untuk perbaikannya, akan dikerjakan melalui DAK pada tahun 2018.

Sosialisasi di Kecamatan Sekotong berakhir pada pukul 12.30 Wita.