x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Sosialisasi FLLAJ Kabupaten Lombok Barat di Kecamatan Gerung

Dalam rangka lebih memasyarakatkan keberadaan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat, dilaksanakan sosialisasi di Kecamatan Gerung. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 20 September 2017 pukul 09.00 Wita – selesai bertempat di aula kantor camat Gerung. Sosialisasi FLLAJ Kabupaten Lombok Barat di kecamatan ke-7 ini dihadiri oleh camat Gerung, kepala desa se-Kecamatan Gerung, tokoh masyarakat Gerung, tokoh pemuda Gerung, tokoh perempuan Gerung, serta PKK Kecamatan Gerung.

Kegiatan ini dibuka oleh Camat Gerung pada pukul 09.30 Wita. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tujuan dari pelaksanaan sosialisasi ini yang nantinya akan disampaikan oleh pemateri terkait dengan hak dan kewajiban masyarakat dalam berlalu lintas. Salah satu permasalahan lalu lintas yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Gerung ini didominasi oleh tidak teraturnya parkir kendaraan bermotor baik roda dua, tiga, maupun empat serta arus lalu lintas yang volumenya cukup padat pada saat jam berangkat dan pulang anak sekolah. Dalam kesempatan ini, beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Satlantas Polres Lombok Barat yang selalu siap dalam pengatuan lalu lintas saat jam-jam rame tersebut diatas. Diakhir sambutannya, beliau menyampaikan harapannya dalam sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan lalu lintas dengan hadir dan aktifnya Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Lombok Barat.

H. Akhmad Saikhu, SE.MM selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat dan Ketua FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan materi terkait dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. FLLAJ hadir dikarenakan amanah dari Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang tercantum dalam pasal 13 tentang penyelenggaraannya dilaksanakan secara terkoordinir. Dalam paparanya, beliau menyampaikan sejarah pembentukan FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat berdasarkan surat keputusan Bupati Lomboik Barat Nomor 58A/126/Dishub/2017 tentang pembentukan FLLAJ, kelompok kerja, dan sekretariat FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, beliau juga menyampaikan peran dan fungsi FLLAJ serta 9 (Sembilan) SOP FLLAJ Kabupaten Lombok Barat sebagai acuan dan panduan bagi terlaksananya tugas, pokok, dan fungsi frum serta media apa saja yang di fasilitasi oleh FLLAJ untuk memudahkan masyarakat memberikan laporan/keluhan/aduan. media yang dapat digunakan masyarakat antara lain melalui pengaduan langsung ke Sekretariat FLLAJ, SMS/WA, email, website, maupun facebook. Kehadiran FLLAJ diharapkan mampu menciptakan  masyarakat yang tertib dalam berlalu lintas dengan mentaati segala rambu-rambu yang telah terpasang serta berpartipasi dalam menjaga hal tersebut. Pada akhir pemaparannya, beliau juga mensosialisasikan terkait dengan pengaktifan kembali traffic light yang telah terpasang (sebelumnya mati) pada simpang empat dan simpang lima Gerung. Diharapkan dengan aktifnya kembali traffic light tersebut, masyarakat dapat mematuhi rambu yang ada sehinga dapat terciptanya lalu lintas yang tertib.

Pak Gofur selaku engineer PIUC menyampaikan materi pertama terkait dengan Program PRIM. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan alasan paling mendasar Pemerintah Australia mau membantu pembangunan dalam bidang infrastruktur kepada Pemerintah Indonesia khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui dana hibah. Disamping itu, beliau menjelaskan juga permasalahan-permasalahan pembangunan jalan yang selama ini dilakukan di Indonesia. Banyak dari permasalahan tersebut dikarenakan tidak memperhatikan kualitas pembangunan, hanya melihat nilai anggaran yang kecil dan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama. Oleh karena itu, PRIM hadir untuk merubah mindset tersebut bahwa pembangunan jalan harus memperhatikan kualitas dengan nilai anggaran dan waktu pengerjaan yang seimbang.

Materi selanjutnya berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas yang disampaikan oleh Pak Juanda selaku Kanit Dikyasa Polres Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa kawasan tertib berlalu lintas sesuai dengan SK Bupati pada tanggal 12 Desember 2010 menjelaskan bahwa wilayah Gerung menjadi role model kawasan tertib berlalu lintas. Hal ini tidak dapat berjalan dengan baik apabila tidak mendapat dukungan dari masyarakatnya. Faktanya dilapangan, dapat disaksikan bahwa kawasan tertib berlalu lintas tersebut belum tercipta secara maksimal. Melalui sosialisasi ini, beliau mengajak kepada peserta yang hadir untuk mulai berpartisipasi dalam menciptakan kawasan berlalu lintas tersebut. Hal paling mendasar yang dapat dilakukan untuk mencipatkan hal tersebut adalah dengan melengkapi kelengkapan saat mengendarai kendaraan bermotor yaitu helm. Hal lainnya yaitu melarang anak yang belum cukup umur dan tidak dilengkapi dengan SIM untuk menggunakan kendaraan bermotor dengan alasan apapun. Data kecelakaan lalu lintas untuk Kabupaten Lombok Barat mencatat bahwa satu bulan terakhir telah terjadi 5 pelajar kecelakaan bermotor hingga menyebabkan meninggal dunia. Oleh karena itu, untuk peserta sosialisasi agar selalu mengingatkan kepada keluarga atau kerabat lainnya untuk selalu berhati-hati pada saat berkendara, selalu menggunakan helm, dan melarang anak dibawah umur untuk memakai kendaraan bermotor. Diakhir penyampaiannya, beliau mengingatkan lagi terkait dengan telah terpasangnya rambu untuk lajur lambat bagi kendaraan roda dua atau tiga pada ruas Bypass BIL II agar masyarakat mematuhi rambu yang telah terpasang tersebut. Apabila tidak mematuhi, anggota kepolisian yang sedang berjaga tidak segan untuk melakukan penindakan kepada para pelanggar rambu tersebut.

Materi terkait jalan disampaikan oleh Ni Luh Putri Utami, ST, MT, Msc selaku Kasi Perencanaan Teknis dan Pengendalian Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara detail terkait dengan bagian-bagian jalan, status jalan, serta ruas jalan di Kecamatan Gerung yang merupakan kewenangan kabupaten.

Materi terkait dengan fasilitas keselamatan berlalu lintas sekaligus menjadi materi terakhir disampaikan oleh Fathurrahman, SH, selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat. Secara garis besar, beliau menyampaikan kesimpulan dari keempat pemateri yang telah memaparkan materi terkait dengan jalan dan lalu lintas guna mewujudkan keselamatan berlalu lintas.

Dalam sosialisasi ini, terdapat sesi tanya jawab/diskusi dari peserta kepada pemateri yang dapat dirangkum dibawah ini.

Penanya pertama dari Saharudin dari Desa Suka Makmur, beliau memberikan keluhan antara lain:

  • Kurangnya perhatian pemerintah daerah khususnya Dinas PU Kabupaten Lombok Barat terhadap kondisi jalan dan bahu jalan di Desa Suka Makmur.
  • Memohon kepada Dinas Perhubungan untuk menempatkan traffic light pada perempatan di sebalah barat Rumah Sakit Gerung karena sangat rawan terjadi kecelakaan.

Rudin, Kepala Desa Gapuk menyampaikan usulan dan keluhan terkait desanya, antara lain:

  • Banyak jalan berlubang pada ruas Batu Putih – Banyumulek yang sangat perlu diperhatikan
  • Pemebersihan bahu jalan pada ruas Batu Munip-Batu Tambun hanya dilakukan sampai timur Mesanggok saja, pekerjaan tersebut tidak diteruskan.
  • Menekankan kembali usulan dari Bapak Saharudin terkait dengan sangat pentingnya keberadaan traffic light pada perempatan sebelah barat RS Gerung.

Lalu Sukimand selaku Lurah Gerung Utara menyampaikan keluhannya antara lain:

  • Traffic light simpang lima Gerung menggunakan lampu yang lama, perlu adanya penggantian lampu yang baru.
  • Perlu adanya informasi terkait dengan izin penggunaan jalan.
  • Perlu adanya pengaturan parkir hingga ke bahu jalan pada Toko Asli Jaya di tikungan Jalan Gatot Soebroto – Gerung.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menanggapi penanya pada sesi pertama, antara lain:

  • APILL terkait dengan traffic light yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Barat terdapat 6 titik. Keseluruhan titik tersebut berjalan dan berada di ruas jalan Provinsi dan Nasional. Contoh permasalahan keberadaan traffic light tersebut di ruas Bengkel, suatu hari pernah diaktifkan, tetapi masyarakat meminta untuk di flash saja karena traffic light tersebut menyebabkan antrian kendaraan yang cukup panjang. Hal serupa juga dialami di perempatan Rumak. Untuk pengaktifan kembali traffic light pada simpang empat dan simpang lima Gerung telah dikoordinasikan denga Balai ransportasi Darat yang memiliki wewenang dikarenakan ruas tersebut statusnya merupakan jalan nasional agar diaktifkan kembali mulai minggu depan.
  • Terkait dengan lampu pada traffic light sebelumnya menggunaka solar cell dan sekarang menggunakan aliran listrik dari PLN dan lampunya akan segera diperbaharui.
  • Perlunya traffic light pada simpang empat sebelah barat RS Gerung tersebut, beliau menyampaikan bahwa usulan tersebut telah diteruskan ke Dinas Perhubungan Provinsi NTB (mengingat status ruas tersebut merupakan jalan provinsi). Tetapi, lebih baik pada simpang empat tersebut di-flash saja dengan menambahkan warning light mengingat simpang tersebut jaraknya cukup dekat dengan simpang 5 Gerung yang sebeumnya telah terpasang traffic light.

Kanit Dikyasa Polres Lobar menanggapi permasalahan parkir di Toko Asli. Beliau menyampaikan kepada Dishub Lobar untuk melakukan sosialisasi dan diperlukan adanya rambu dilarang stop atau diarang parkir pada bahu jalan tersebut mengingat posisi toko tersebut berada persis pada tikungan sehingga sangat menggangu pengguna kendaraan bermotor. Jika rambu telah terpasang, petugas kepolisian dapat mekaukan tindakan apabila terdapat oknum yang melanggar rambu tersebut.

Fathurrahman, SH menanggapi pertanyya terkait dengan informasi penggunaan jalan selain untuk lalu lintas. Beliau menyampaikan bahwa FLLAJ Kabupaten Lombok Barat telah memberikan surat edaran kepada setiap desa terkait dengan tata cara penggunaan jalan selain untuk lalu lintas. Pada surat tersebut telah di back up dengan Undangan-Undang dan Peraturan Kepolisian Republik Indonesia terkait dengan hal tersebut.

Ni Luh Putri Utami menanggapi keluhan masayrakat terkait dengan pembersihan bahu jalan dan jalan berlubang. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan bahu jalan dan penutupan jalan berlubang dilakukan sesuai dengan anggaran yang disediakan dan tingkat pentingnya ruas tersebut perlu ditangani. Tingkat petingnya bahu jalan yang perlu dirambas seperti di depan sekolah, kantor desa, masjid, tikungan, jembatan, dsb. Beliau menyampaikan, untuk selanjutnya, kondisi jalan berlubang di setiap desa perlu dilaporkan ke Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat agar nantinya diteruskan ke Dinas PUTR Kabupaten Lobok Barat. Sehingga, ruas tersebut menjadi prioritas penanganan untuk tahun depan.

Mansyur selaku Kepala Lingkungan Perigi menyampaikan keluhannya antara lain:

  • Parkir di depan Bank BRI Gerug sangat tidak teratur dan hingga menggunakan bahu jalan.
  • Banyak masyarakat yang tidak mempunyai garasi mobil sehingga memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan, contoh DAM truck.
  • Memohon untuk diberikan penjelasan, apakah ada jalur khusu untuk bis malam atau tronton. Karena selama ini, menggunakan jalan raya yang pada umumnya sehingga membahayakn pejalan kaki.

Fatarudin dari Desa Babussalam menyampaikan keluhan terkait dengan bahu jalan yag lebih tinggi dari aspal.

Pak Ahmad selaku Kepala Desa Dasan Tapen menyampaikan keluhannya antara lain:

  • Perlu pengaktifan kembai bis sekolah untuk anak sekolah khususnya di depan SMP 4 Gerung.
  • Perlu difasilitasi tempat penyebrangan jalan (zebra cross) di depan SMP 4 Gerung, Bundaran Giri Menang.
  • Pekerjaan rabat pada ruas Beleke – Jagaraga tidak dilakukan secara menerus, hanya sampai Beleke saja.
  • Perbaikan jalan Mendagi – Dasan Tapen tidak diselesaikan.
  • Bagaimana penarikan retribusi parkir di setiap alfamart?

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menanggapi beberapa pertanyaan/usulan/keluhan, antara lain:

  • Parkir yang berada di depan Bank BRI memang sangat terbatas. Ruang parkir yang disediakan memang sangat kecil sehingga parkir hingga ke bahu jalan. Selanjutnya, beliau akan memanggil KUPTD Pearkir Dishub Lobar untuk melakukan survey pada lokasi tersebut.
  • Terkait dengan jalur khusus untuk bis malam atau tronton beliau menyampaikan bahwa sebenernya tidak ada jalur khusus untuk kendaraan berat tersebut. Rambu tonase 8T telah dipasang pada ruas tersebut agar dipatuhi dan ditaati oleh supir kedaraan tersebut. Apabila tonase tidak sesuai, maka akan dilakukan penindakan oleh aparat kepolisian.
  • Armada bis sekolah sudah disiapkan oleh Dishub Lobar. Tetapi, jumlah armada tersebut masih minim yaitu hanya 2 kendaraan bis saja. Walaupun demikian, beliau berharap keberadaan bis sekolah tersebut dapat mengurai kemacetan lalu lintas.
  • Usulan zebra cross didepan SMP 4 Gerung nantinya FLLAJ Kabupaten Lombok Barat akan mengirimkan surat ke Balai Transportasi Darat (mengingat ruas tersebut merupakan jalan nasional) untuk pengadaan marka tersebut.
  • Terkait dengan retribusi parkir di alfamart, UPTD parkir Dishub Lobar telah mengirimkan surat ke alfamart guna melakukan kerjasama dengan dishub agar tidak terjadi pungutan liar.

Ni Luh Putri Utami menanggapi beberapa pertanyaan/usulan/keluhan, antara lain:

  • Masukan terkait dengan rabat bahu jalan akan ditamung untuk penanganan tahun depan
  • Rabat pada ruas Beleke – Jagaraga menggunakan paket PL dengan nilai kecil sekitar 200 juta, dimana pennaganannya dilakukan krang lebih hanya 200 meter saja dikarenakan keterbatasan anggaran.
  • Perbaikan jalan pada ruas Mendagi – Dasan Tapen tersebut beliau menyapiakan bahwa penanganannya dilakukan dengan cara dicicil dan akan dilanjutkan tahun depan.

Sosialisasi di Kecamatan Gerung berakhir pada pukul 12.00 Wita. Sebelum berakhirnya kegiatan ini, salah satu peserta sosialisasi mengucapkan terima kasih dan apresiasi telah terbentuknya FLLAJ di kabupaten Lombok Barat dengan segala fasilitas yang diberikan agar memudahkan masyarakat dalam memberikan infromasi/keluhan/aduan terkat dengan lalu lintas atau jalan.