x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

FLLAJ Lombok Barat Kembali Melaksanakan Sosialisasi di Kecamatan Kediri

Sesuai dengan agenda yang telah ditentukan, Sosialisai kedelapan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Oktober 2017 pukul 09.00 WITA – selesai di Aula Kantor Camat Kediri. Sosialisasi ini dihadiri oleh 30 orang yang terdiri dari unsur kecamatan, unsur desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan ibu-ibu PKK.

Kegiatan ini dibuka pada pukul 09.30 WITA oleh Fathurrahman, SH selaku moderator dalam sosialisasi ini.

Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Kediri memberi sambutan pembuka sebagai perwakilan dari Camat Kediri yang berhalangan untuk hadir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kondisi lalu lintas yang berada di Kecamatan Kediri. Seperti contoh, bahu jalan atau trotoar masih banyak tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Trotoar yang berada di Kecamatan Kediri banyak digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima. Oleh karena itu, beliau meminta kepada dinas yang terkait agar menindak tegas perihal tersebut sehingga pengguna jalan khususnya pejalan kaki mendapatkan hak nya di jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menyampaikan materi terkait dengan kebijakan perhubungan. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan dasar-dasar hukum terkait dengan penyelenggaraan kendaraan lalu lintas dan angkutan jalan. Beliau menyampaikan bahwa kekurangan pelayananan khusunya untuk bidang perhubungan ini yaitu keberadaan terminal. Di Kabupaten Lombok Barat, tidak ada satupun terminal khusus yang beroperasi, melainkan adanya shelter. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat akan mencari jalan keluar sehingga terminal dapat di revitalisasi kembali dan difungsikan sebagaimana mestinya. Pada akhir pemaparannya, beliau mengharapkan dengan hadirnya Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Lombok Barat masyarakat dapat menyalurkan informasi/keluhan/laporannya terkait dengan jalan raya atau lalu lintas ke media yang telah disiapkan oleh FLLAJ Kabupaten Lombok Barat dan digunakan dengan sebaik-baiknya.

Wakil Kapolsek Kediri menyampaikan materi terkait dengan keselamatan dalam berlalu lintas. Dalam paparannya, beliau menyoroti kondisi lalu lintas di depan Pasar Kediri terutama pada hari pasar tersebut yaitu Jumat. Permasalahan tersebut terjadi karena lebar badan jalan yang cukup sempit dan volume lalu lintas yang terlalu padat. Hal tersebut nantinya akan dicarikan solusinya bersama dengan dinas terkait sehingga kemacetan lalu lintas dapat berkurang.

IAO Suwati Sideman, ST., MSc. selaku ketua Pokja FLLAJ Kab. Lobar. Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi secara detail terkait dengan forum yang telah terbentuk per Januari tahun 2017 di Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan 9 (sembilan) SOP Forum LLAJ Kabupaten Lombok Barat kepada peserta sosialisasi. Selanjutnya,  beliau juga menampilkan dokumentasi foto aduan dari masyarakat yang telah ditindak lanjuti oleh forum.

Ni Luh Putri Utami, ST., MT., MSc. selaku Kasi Teknis Bidang Bina Marga Dinas Pu Kabupaten Lombok Barat memaparkan paket penanganan perbaikan ruas jalan di kecamatan Kediri yang ditangani baik oleh PRIM maupun memalui DAK atau DAU.

Dalam kegiatan sosialisasi ini terdapat sesi disksusi oleh para peserta dan narasumber. Penanya pertama dari Ahmad Syarifudin dari Desa Kediri, beliau memberikan masukan atau pertanyaan sebagai berikut:

  • Perlu adanya penguatan kesinergian oleh pihak-pihak terkait agar hadirnya Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Lombok Barat dapat dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat.
  • Perlu penagktifan kembali APILL yang berada di simpang 4 Kediri dan memerlukan pantauan atau pengawasan oleh pihak kepolisian.

Kepala Desa Rumak menyampaikan masukan yaitu:

  • Perlunya ketegasan dari pihak kepolisian terhadap anak-anak yang bermain pada larut malam di simpang 4 Rumak.
  • Ketegasan dari kepolisian terhadap pengendara bermotor yang tidak mematuhi aturan lalu lintas dan kelengkapan dalam berkendaraan.

Baiq Ariyani, PKK dari Kecamatan Kediri menyampaikan keluhan terkait Kecamatan Kediri, antara lain:

  • Perlu adanya solusi yang tepat terkait dengan lalu lintas didepan Pasar Kediri sehigga menciptkan Kecamatan Kediri yang tertib dan selamat dalam berlalu lintas.
  • Perlu adanya pelebaran jalan di Jalan Raya Kediri mengingat lebar jalannya sempit dengan volume kendaraan yang padat.
  • Pedagang yang berada di bahu jalan perlu ditindaklanjuti, sehingga bahu jalan dipergunakan sebagaimana fungsinya.
  • Jadwal piket kepolisian untuk berjaga di depan Pasar Kediri terlalu cepet, hanya sampai jam 08.00 saja, setelah itu kondisi lalu lintas tidak tertata.

Atas masukan/keluhan/laporan dari penanya pada sesi 1, ditanggapi langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, antara lain:

  • Masukan terkait dengan APILL yang berada di simpang empat Kediri menjadi masukan untuk Dinas Perhubungan. Beliau menjelaskan bahwa APILL tersebut satu sisi dapat menyebabakn tundaan, sehingga ditungtut adanya kesabaran dari pengendara kendaraan bermotor.
  • Terkait dengan masukan pengaturan lalu lintas di depan Pasar Kediri, beliau menyapaikan terima kasih atas masukan tersebut dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait.

Wakapolsek Kediri menanggapi laporan dari masyarakat, sebagai berikut:

  • Beliau berterimakasih kepada masyarakat yang telah menginformasikan kelemahan petugas yang berada di lapangan. Selanjutnya, beliau akan memberikan instruksi kepada anggota yang berada di lapangan untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran lalu lintas.
  • Perihal anak-anak yang kerap main pada larut malam, beliau menyamapaikan akan melakukan sosialisasi kepada wali anak-anak tersebut untuk mengawasi kegiatan anak mereka dan menghimbau ke Babinkantibmas di desa Rumak agar lebih mengawasi.

Ni Luh Putri Utamai, ST, MT, MSc menanggapi permintaan masyarakat terkait dengan jalan alternatif guna mengurai kemacetan yang berada di depan Pasar Kediri. Beliau mengatakan bahwa telah ada rencana dari Pemda Kabupaten Lombok Barat terkait dengan pembuatan jalan alternatif Kediri Datar. Tetapi kembali lagi dengan keterbatasan anggaran yang membutuhkan pembebasan lahan dari masyarakat. Sehingga, jalan alternatif yang lebih efisien dan efektif dalam konektivitas dibuatkanlah jalur Montong Are – Badrain dengan jarak awal 10 km sekarang dtempuh hanya dengan 600 meter saja. Untuk ruas alternatif Kediri Datar perlu diusulkan kembali ke Bidang Aset apakah masih diperlukan pembangunanna atau tidak dengan melihat kondisi satu sampe dua tahun kedepan.

Kembali dibuka diskus pada kedua, selanjutnya di berikan oleh Ibu perwakilan PKK Kediri terkait dengan permohonan pengaktifan kembali APILL yang berada di simpang empat Kediri dan meminta penjelasan terkait dengan rencana pelebaran jalan raya Kediri.

Robi, perwakilan pemuda Lelede menyampaikan usulan terkait dengan RPPJ di jalur Bypass BIL tidak ada tertera nama desa Lelede, sehingga menyulitkan warga dari lar yang mencari nama desa Lelede

Kadishub Kabupaten Lombok Barat menanggapi permohonan untuk pengaktifan APILL yang berada di simpang empat Kediri. Untuk kewenangannya, ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional sehingga, dalam permohonan dimaksud akan di teruskan ke Balai Transporta Darat Wilayah XII Bali – NTB sebagai leading sector. Terkait dengan RPPJ, penulisan nama yang berada di plank tersebut berdasarkan dengan asal-tujuan dan tidak dapat menuliskan semua nama desa yang ada. Jadi, solusi yang beliau berikan yaitu membuat gapura desa sebagai identitas dari desa tersebut.

Tanggapan terkait dengan rencana pelebaran jalan pada ruas jalan raya Kediri disampaikan oleh Ni Luh Putri Utami. Beliau menyampaikan bahwa ruas tersebut sudah menjadi kewenangan provinsi sebagai pemilik jalan. Tetapi, pembebeasan lahan untuk rencana dimaksud sepenuhnya menjadi kewenangan Aset Kabupaten Lombok Barat. Anggaran untuk pembebasan lahan tersebut masih kurang memadai untuk ruas Kediri – Praya.

Kegiatan Sosialisasi Kecamatan Kediri ditutup pada pukul 12.00 WITA oleh Koordinator Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat.