x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Sosialisasi Keberadaan FLLAJ di Kecamatan Terakhir Pada Kabupaten Lombok Barat

Lembar - Sosialisasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan pada hari Kamis, 9 November 2017 pukul 09.00 – 12.15 WITAdi Aula Kantor Camat Lembar. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang yang terdiri dari seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Lembar, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, PKK, serta Kasi Trantib Kecamatan Lembar.

Sosialisasi dibuka oleh Camat Lembar pada pukul 09.30 Wita. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi telah terbentuknya wadah koordinasi antar instansi penyelenggara jalan dan lalu lintas untuk membantu masyarakat dalam memberikan keluhan terkait hal tersebut. Beliau juga sangat mengharapkan melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan oleh masyrakat serta memberikan wawasan terkait jalan dan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menyampaikan materi terkait dengan Pengenalan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan forum lalu lintas merupakan amanah dari UU No. 14 tahun 1992 yang telah diubah menjadi UU No. 22 Tahun 2009 pasal 13, yaitu: penyelenggaraan angkutan jalan memerlukan adanya koordinasi, sehingga terbentuklah Forum LLAJ. Beliau juga memaparkan sejarah singkat terbentuknya FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat dimulai sejak tahun 2012, tetapi aktif kembali mulai Januari 2017.

Fathurrahman, SH selaku koordinator Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan materi terkait dengan fasilitas keselamatan. Beliau menghimbau kepada masyarakat untuk ikut serta dalam mengawasi dan menjaga fasilitas keselamtan yang telah terpasang di Kabupaten Lombok Barat khususnya untuk Kecamatan Lembar.

Drs. H. Suratman selaku Kepala Bidang Perhubungan Darat Kabupaten Lombok Barat mensosialisasikan penggunaan lajur lambat untuk roda dua dan tiga pada Byas BIL II untuk di patuhi guna menciptakan pengendara yang tertib, taat, dan selamat dalam berkendara.

Ni Luh Putri Utami, ST.,MT.,Msc selaku Kasi Perencanaan Teknis dan Pengendalian Bidag Bina Marga Dinas PU Kabupaten Lombok Barat memaparkan secara detail terkait dengan bagian-bagian jalan, status jalan, serta ruas jalan di Kecamatan Lembar yang merupakan kewenangan kabupaten.

Dalam sosialisasi ini, terdapat kegiatan diskusi/tanya jawab dari peserta sosialisasi kepada narasumber yang telah menyampaikan paparannya. Sebagai penanya pertama dari Halimah, PKK Kecamatan Lembar. Beliau menyampaikan keluhan serta bahan masukan untuk PRIM terkait dengan perlunya ada evaluasi kembali terhada kinerja traffic light pada simpang 5 Gerung.

Dahlan selaku Kepala Dusun Jembatan Kembar menyampaikan beberapa keluhan serta pertanyaan, antara lain:

  • PDAM paling sering merusak jalan karena jalan yang sudah bagu, di gali kembali untuk pemasangan pipa tetapi tidak mengembalikan kondisi seperti semula.
  • Perlu adanya traffic light di Bunderan Giri Menang.

Wayan Satria selaku staff dari Desa Jembatan Kembar menyampaikan keluhan yang membutuhkan solusi segera mungkin terkait dengan tanman apa saja yang diperbolehkan ditanma di bahu jalan sehingga tidak merusak kualitas badan jalan tu sendiri dan tidak membahayakan pengguna jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menanggapi masukan atau keluhan terkait dengan lalu lintas, antara lain:

  • Terkait dengan traffic light yang berada di simpang 5 Gerung, beliu menyampaikan bahwa sebelum dilakukan pengaktifan kembali, Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat telah berkoordinasi dengan Balai Transportasi Darat sebagai leading sector untuk melakukan survey LHR guna mengetahui rata-rata kepadatan volume kendaraan pada kelima simpang untuk mencari waktu siklus baik merah, kuning, dan hijau. Dari hasil LHR tersebut diperoleh angka pada kelima lengan tersebut mempunya angka yang berbeda, sehingga waktu siklus dapat ditenukan sesuai dengan survey yang telah dilakukan. Keluhan ini dapat menjadi masukan untuk diteruskna ke Balai Transportasi Darat untuk melakukan evaluasi kembali terhadap kinerja waktu siklus ke-5 lengan pada simpang dimaksud.
  • APILL yang berada di Bundaran Giri Menang perlu dilakukan pengkajian kembali apakah perlu atau tidaknya APILL dipasang pada bundaran dimaksud. Beliau menyampaikan bahwa perlu kewaspadaan atau hati-hati bagi pengguna kendaraan bermotor pada saat melewati bundaran.

Ni Luh Putri Utami, ST, MT, MSc menanggapi keluhan/masukan terkait dengan jalan, antara lain:

  • Terkait dengan tanman yang cocok ditanam di bahu jalan, beliau menyampaikan bahwa bahu jalan pada dasarnya berfungsi untuk pejalan kaki. Tetapi jika diperlukan untuk penanaman pohon, diperlukan pohon cendana yang sangat diperbolehkan untuk ditanam. Untuk pohon trembesi sudah tidak diperbolehkan untuk ditanam kembali karna akarnya dapat menjalar hingga ke bawah permukaan aspal, sehingga sangat mudah untuk merusak badan jalan tersebut.
  • Masalah PDAM memang sangat menggangu karna mereka tidak bisa mengembalikan kondisi jalan seperti semula. Beliau memberi masukan agar Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat dapat mengundang Direktur PDAM guna memberikan klarifikasi terkait dengan permasalahan tersebut.
  • Beliau juga menambahi tanggapan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat terkait dengan penerapan APILL pada Bundera Giri Menang. Selama APILL belum terpasang, dalam peraturan pengendara kendaraan bermotor harus memprioritaskan penggan kendaraan bermotor lain yang berada di sebelah kanan.

Sesi kedua untuk diskusi atau tanya jawab dibuka. Sebagai penanya pertama pada sesi ini disampaikan oleh Pak Johanda selaku Kasi Trantib Kecamatan Lembar. Beliau menyampaikan beberapa keluhan serta masukan antara lain:

  • Beliau mengeluhkan banyak perbaikan jalan yang hanya dilaksanakan dengan pekerjaan tambal sulam saja.
  • Terkait dengan kecelakaan yang terjadi di Grepek baru-baru ini karena tidak adanya papan informasi terkait dengan proyek sedang berlangsung di tempat tersebut.
  • Perlu adanya penegasan tata ruag kecamatan untuk pedagang kaki lima.

Erlan dari Desa Mareje Timur menyampaikan keluhan terkait dengan kerusakan jalan dari Lendang Dame – Lendang Garude. Beliau menyampaikan bahwa masyarakat sudah siap untuk dibebaskan lahannya, tetapi sampai saat ini belum dilaksanakan pembebesan lahan.

Musnap dari desa Mareje Induk pun meyampaikan keluhan terkait dengan kerusakan jalan yang berada di ruas Mareje Induk yaitu ruas Ganjar menuju ke Eyat Mayang hingga saat ini kondisi aspal masih belum rata dan menggunakan lapen.

Ni Luh Putri Utami, ST, MT, MSc kembali menanggapi keluhan/masukan terkait dengan jalan, antara lain:

  • Perbaikan jalan yang dengan tambal sulam dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan manual desain dari jalan tersebut. Untuk bagian jalan yang retak-reak akan diganti dengan aspal baru hanya pada posisi yang rusak saja.
  • Terkait dengan tata ruang untuk PKL lebih tepatnya dapat disampaikan kepada Bappeda Kabupaten Lombok Barat.
  • Kecelakaan yang terjadi di Grepek, pada ruas tersebut memang sedang dilakukan perbaikan jalan dan sudah di letakkan papan informasi bahwa di ruas tersebut sedang dilaksanakan pekerjaan sehingga dilakukan pengalihan arus lewat bawah, beliau menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi papan yang telah terpasang tersebut sehingga kejadian serupa atau yang tidak diingikan tidak terjadi kembali.
  • Untuk ruas Lendang Garude – Lenda Dame ini telah menjadi jalan kabupaten. Pemerintah Daerah tidak akan mengeksekui atau melakukan pembebasan lahan sebelum adanya tanda tangan bermaterai dari pemilik lahan bahwa ruas lahan tersebut akan dihibahkan untuk pelebaran jalan. Penghibahan tersebut juga harus disertai dengan fotocopi sertifikat lahan. Waktu pekerjaan perbaikan jalan ini berlangsung, segala dokumen tersebut belum terpenuhi sehingga Dinas PUTR belum berani mengeksekusi guna menghindari hal-hal yang tidak dinginkan. Beliau juga menyampaikan bahwa ruas tersebut sebentar lagi akan selesai dan meminta kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat untuk memasang rambu pada ruas dimaksud.
  • Terkait dengan kerusakan jalan pada ruas Ganjar menuju ke Eyat Mayang dapat disampaikan pada saat Musrenbang Kecamatn sehingga nantinya dapat menjadi prioritas di Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat.

Karena keterbatasan waktu, diskusi atau tanya jawab diakhiri dengan segala pertanyaan/masukan/keluhan terkait dengan jalan raya atau lalu lintas dapat ditanggapi oleh narasumber.

Kegiatan sosialisasi ditutup pada pukul 12.15 Wita oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat.