x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Kunjungan Deputy Director Transport KIAT Pada FLLAJ

Guna mendapatkan Hibah Jalan Nasional, hal yang sangat penting dilaksanakan yaitu penguatan dari Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. FLLAJ melakukan pertemuan dengan Deputy Director Transport KIAT Mr. Shamas Bajwa pada hari Jumat, 17 November 2017 pukul 10.30 wita. Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 1 jam tersebut, membahas terkait dengan bagaimana kesiapan dari FLLAJ khususnya untuk provinsi Nusa Tenggara Barat yang tidak lagi mendapatkan dana insentif dari Pemerintah Australia pada awal tahun 2019. I Wayan Suteja selaku Ketua Pokja FLLAJ NTB memberi tanggapan terkait dengan hal tersebut. FLLAJ akan terus berjalan sebagai wahana koordinasi antar instansi penyelenggaran lalu lintas dan jalan sesuai dengan amanat UU Nomor 22 tahun 2009 serta peraturan Gubernur untuk Provinsi NTB dan Peraturan Bupati untuk Lombok Barat. Telah ada pergerseran pemahaman atau paradigma masyarakat maupun pemerintah yang sebelumnya hanya memandang Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebelah mata saja. Saat ini, keberadaan forum lalu lintas dan angkutan jalan sangat dapat dirasakan dan diperhitungkan sebagai tempat masyarakat memberikan aduan/keluhan/laporan terkait dengan jalan raya atau lalu lintas.

Eka Setiawan menyinggung kembali terkait dengan keterlibatan gender dalam hal pengaduan dari masyarakat. Beliau mengingatkan untuk sensitiv terhadap gender dan mencari cara agar setiap pengaduan yang masuk baik untuk Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Baray dapat terdeteksi gender dari sang pemberi aduan tersebut.

Beliaupun menyampaikan pesan dari Mr. Hatim Hajj selaku Peer Reviewer KIAT, apakah untuk tahun 2018, Provinsi NTB pada khususnya nilai APBD mempunyai nilai yang lebih tinggi dari dana insentif Pemerintah Australia. Untuk hal ini, Ir. Asep Supriatna menanggapi bahwa perihal tersebut, Sekretaris Daerah dan Bappeda lah yang mempunyai wewenang untuk menaikkan nilai APBD untuk forum lalu lintas dan angkutan jalan.

Di akhir diskusi tersebut, Eka Setiawan kembali mengingatkan agar FLLAJ baik untuk Provinsi NTB maupun Kabupaten Lombok Barat untuk mencari cara agar keberadaan FLLAJ di Provinsi NTB maupun Lombok Barat dapat lebih dikenal untuk masyarakat di desa-desa. Hal-hal yang dapat dilakukan antara lain dengan terus melakukan sosialisasi di desa-desa ataupun menempelkan sticker pada warung-warung dipinggir jalan sehingga keberadaan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dapat dirasakan pula oleh masyarakat desa.