x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Kunjungan GESI (Gender Equality Social Inklusif) KIAT-PRIM

Gerung - FLLAJ Kabupaten Lombok Barat mendapat kunjungan dari GESI (Gender Wquality Social Inklusif) KIAT – PRIM pada hari Rabu, 12 September 2017 pada pukul 15.00 Wita. Kedatangan KIAT-GESI CSE yang diwakili oleh Jan Edward dan Siti Fatimah, sedangkan perwakilan dari PIUC diwakili oleh Kasmiati ini disambut langsung oleh Ketua Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat, H. Akhmad Saikhu.

Kedatangan GESI ke Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat ini guna mendukung perkembangan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Lombok Barat. Keberadaan FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat ini dapat dikatakan masih muda, dibandingkan dengan FLLAJ di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pandangan KIAT-GESI CSE terhadap FLLAJ sangat strategis dalam hal gender, sehingga diperlukan kolaborasi yang baik sehingga akan diagendakan hal-hal yang dianggap penting dan nantinya semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh FLLAJ dapat  dibicarakan lebih lanjut. Jika kolaborasi ini berhasil, maka tingkat keselamatan berlalu lintas sedikit tidak akan mampu menekan kecelakaan yang terjadi dijalan raya dengan cara melakukan sosialisasi secara lebih masif. Untuk mendukung hal tersebut, FLLAJ sudah menyiapkan tempat yang akan digunakan untuk melakukan pelatihan-pelatihan terkait gender, Disabilitas dan lain-lainya. Kesadaran masyarakat terkait rambu-rambu lalu lintas di masyarakat saat ini memang masih kurang, sehingga menjadi tugas pemerintah untuk memberikan pemahaman melalui sosialisasi dan lain sebagainya.

Disamping itu, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan akan mendorong masyarakat pada Kabupaten Lombok Barat khususnya dengan jenis kelamin perempuan untuk ikut serta dalam keterlibatannya memberikan laporan terkait dengan masalah pada infrastrktur jalan raya dan lalu lintas. Disamping itu pula FLLAJ dapat mendorong dengan memberikan pemahaman melalui sosialisasi untuk peluang bagi pekerja konstruksi dengan jenis kelamin perempuan sehingga peletakkan prinsip keadilan dapat terwujud. Pada dasarnya, setiap pekerjaan khususnya untuk infrastruktur jalan tidak membedakan mana laki-laki dan perempuan. Sehingga dapat terwujudnya interpretasi dan pemahaman yang akan berefleksi terhadap aspek gender dan tupoksi atas keterlibatan gender tersebut.