x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Rapat Perdana FLLAJ Kabupaten Lombok Barat Tahun 2018

Gerung - Kegiatan rapat bulanan perdana Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2018 dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Januari 2018 bertempat di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat. Rapat yang dimulai pada pukul 09.00 Wita s.d selesai ini dihadiri oleh 21 orang yang terdiri dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat selaku Ketua Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat, Polres Lombok Barat, Sat Pol PP Kabupaten Lombok Barat,  Polres Mataram, dan Anggota FLLAJ Kabupaten Lombok Barat beserta kesekretariatan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat selaku Ketua Forum Lalu Lintas da Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat membuka rapat dengan menyampaikan bahwa rapat pada pagi ini merupakan rapat perdana pada tahun 2018 dengan susunan keanggotaan yang baru. Untuk tahun ini, FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menambahkan anggota yang berasal dari HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) dan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) yang berasal di Kabupaten Lombok Barat. Atas susunan keanggotaan yang baru ini beliau mengharapkan agar FLLAJ Kabupaten Lombok Barat dapat lebih eksis dan diterima oleh masyarakat khususnya Kabupaten Lombok Barat, serta lebih memberikan manfaat kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Untuk tahun ini FLLAJ Kabupaten Lombok Barat dipercaya untuk mengelola dana hibah GESI dari Pemerintah Australia. Dalam program tersebut, diharapkan dapat mendorong ruang keterlibatan bagi perempuan maupun yang berkebutuhan khusus tanpa melihat budaya, ras, maupun status social. Beliau menambahkan bahwa infrastruktur khususnya untuk jalan di Kabupaten Lombok Barat sudah banyak melibatkan perempuan untuk ikut serta dalam pembangunan tersebut. Kembali pada susunan keanggotaan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat, beliau menyampaikan bahwa pada tahun ini FLLAJ memasukkan keanggotaan dari Polres Kota Mataram untuk FLLAJ Kabupaten Lombok Barat, karena bagaimanapun juga wilayah hukum untuk kecamatan Gunungsari, Lingsar, dan Narmada (Kabupaten Lombok Barat) masuk pada Polres Mataram. Beliau mengharapakan agar Polres Mataram dapat bersinergi dengan baik dengan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat karena rutin akan terus mengadakan rapat bulanan.

Untuk agenda pertama rapat ini yaitu pembacaan aduan/keluhan/informasi masyarakat perihal lalu lintas dan jalan raya dipaparkan oleh IAO Suwati Sideman, ST, MSc selaku Ketua Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Terdapat 8 buah pengaduan yang telah dihimpun selama 1 bulan terakhir oleh Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat terkait dengan kerusakan jalan baik untuk jalan kabupaten, provinsi maupun nasional, traffic light, dan kelongsoran tanah pada talud di sayap jembatan.

Tanggap terkait aduan yang telah dibacakan disampaikan pertama oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat, sebagai berikut:

Terkait dengan kerusakan jalan pada kecamatan Batu Layar di depan Hotel Bintang Senggigi, beliau menyampaikan bahwa perencanaaan sudah dilakukan dan masih dalam proses desain, direncanakan awal bulan Februari akan dilakukan proses lelang.

Untuk kelongsoran talur pada jembatan Sidemen/Desa Kekait, beliau menyampaikan bahwa ruas tersebut statusnya merupakan jalan provinsi. Beliau meminta aar FLLAJ Kabupaten Lombok Barat untuk meneruskan pengaduan dimaksud pada Bina Marga DPUPR Provinsi NTB.

Perihal akses jalan di daerah Sekotong yang rusak akibat pembongkaran aliran air, beliau menyampaikan bahwa akan dilakukan survey ke lapangan oleh Tim Bina Marga DPUTR Kabupaten Lombok Barat dan mencari apa penyebab utamanya sehingga akan dicarikan solusi untuk pembuatan saluran serta arahnya kemana.

Pengaduan terkait dengan aktifnya Traffic Light yang berada di Simpang 5 Koperasi Gerung ditanggapi oleh Ketua Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa sebenernya untuk 5 lengan dengan 4 fase traffic light tersebut sudah mewakili. Pada ruas tersebut belum terdapat marka maupun rambu sehingga membuat pengguna kendaraan menjadi bingung dan seakan waktu hijaunya bersamaan. Rekayasa lalu lintas yang diperlukan untuk simpang ini hanyalah fasilitas keselamatan jalan (rambu maupun marka).

Archid Juanda selaku Kanit Dikyasa Polres Lombok Barat menyampaikan bahwa pengguna kendaraan bermotor pada simpang 5 masih mengacu Undang Undang Tahun 1992 yang tertuang bahwa belok kiri jalan terus. Oleh karena itu, diperlukan rambu tambahan adanya peringatan “belok kiri ikuti petunjuk lampu” atau rambu panah merah belok kiri  sehingga apabila telah terpasang dapat dilakukan penindakan oleh Kepolisian.

Kepala Bidang Sarana dan Prasana Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat akan menambahkan rambu dan marka pada simpang 5 baik untuk jalan provinsi maupun kabupaten.

Kasubbag Program Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menyampaikan perihal persiapan Musrenbang tahun 2018. FLLAJ Kabupaten Lombok Barat mempunyai tugas dan kewajiban sebagaimana tertera dalam SOP dan Perbup FLLAJ Kabupaten Lombok Barat yaitu menghadiri Musrenbang baik di tingkat kecamatan dan kabupaten. Beliau menyampaikan jadwal kegiatan untuk 5 hari kedepan yang dimulai pada tanggal 24 Januari 2018 untuk 10 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat. FLLAJ Kabupaten Lombok Barat membackup pengaduan dari masyarakat baik dari Musrenbang Desa hingga dengan Musrenbang Kabupaten.

Expose Program Kegiatan GESI untuk Kabupaten Lombok Barat disampaikan oleh Ketua Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa penandatangan dana hibah oleh Pemerintah Australia untuk FLLAJ Kabupaten Lombok Barat dalam Program kegiatan GESI dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2018. Inti dar program ini adalah strategi untuk pemberdayaan perempuan dan masyarakat berkebutuhan khusus dalam infrastruktur jalan. Terdapat 4 organisasi di NTB yang akan mendapatkan dana hibah tesebut, yaitu: HWDI, IWAPI, FLLAJ NTB, dan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaannya untuk FLLAJ Kabupaten Lombok Barat dalam program GESI ini.

Lalu Sahabudin selaku DTL PIUC menambahkan penjelasan terkait dengan Program GESI bahwa semua perencanaan infrastruktur jalan dengan memperhatikan aspek GESI membutuhkan resiko pembiayaan, tetapi dengan hal seperti dapat memberikan keadilan untuk perempuan maupun lelaki dan penyandang disabilitas dalam infrastruktur jalan. GESI akan memberikan hibah sebesar 500 juta untuk Kabupaten Lombok Barat melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat untuk tahun pertama. Beliau mengharapkan agar dapat memberikan kinerja yang baiak sehingga program GESI ini dapat berkelanjutan untuk tahun selanjutnya. Penyandang disabilitas mungkin berpikiran dimana mereka dapat terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur jalan, tetapi mereka dapat secara langsung merasakan manfaatnya bagi mereka.

Setelah pemaparan terkait dengan GESI, Lalu Sahabudin menambahkan pemaparan terkait dengan Kabupaten Lombok Barat untuk menjadi Pusat Rujukan Nasional. Kementerian Bina Marga menunjuk Kabupaten Lombok Barat sebagai Pusat Rujukan Nasional karena praktik yang baik dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Lombok Barat. Atas hal baik tersebut, dapat dilakukan percontohan untuk 541 kabupaten lainnya di Indonesia. Untuk saat ini, MoU berada di Biro Hukum Sekda Provinsi NTB dan telah di acc oleh PU dan Dishub baik Provinsi NTB maupun Kabupaten Lombok Barat. Beliau meminta agar dilakukan koordinasi oleh Sekda Kabupaten Lombok Barat perihal MoU tersebut.

LAMPIRAN RAPAT BULANAN FLLAJ KABUPATEN LOMBOK BARAT

LAMPIRAN RAPAT PENGADUAN MASYARAKAT JANUARI 2018