x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Konsultasi Publik Tahap Design Pada Paket P5 (Kumbung - Kuripan) Kabupaten Lombok Barat

Kuripan - Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat menghadiri kegiatan Konsultas Publik dalam tahap perencanaan perbaikan infrastruktur jalan pada Paket P5 (Kumbung – Kuripan) pada hari Kamis, 22 Februari 2018. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Kuripan Utara ini dihadiri oleh 40 orang yang terdiri dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda yang akan terkena dampak langsung akan adanya perbaikan jalan dimaksud. Disamping itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasi Perencanaan Teknis Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat serta Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WITA ini diisi oleh narasumber yang berasal dari Konsultan Perencana untuk Paket P5 yaitu Cv. Graha Adhi Sentosa Konsultan.

Konsultasi Publik untuk tahap perencanaan perbaikan jalan ini dibuka oleh Kepala Desa Kuripan Induk. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan yang sedang dilaksanakan ini merupakan suatu kegiatan yang baik sebagai bentuk koordinasi antara masyarakat dan pelaksana perbaikan infrastruktur jalan sehingga nantinya tidak ada kendala dalam pelaksanaan fisiknya. Beliau juga menyampaikan agar hal ini juga menjadi perhatian kita semua yang hadir untuk mengamankan dan ikut berperan serta dalam mengawasi pekerjaan tersebut guna pemberi dana nantinya tidak akan ragu diberikan ke Kecamatan Kuripan. Pada akhir sambutannya, beliau menyampaikan agar kegiatan konsultasi public ini dapat berjalan dengan baik serta lancar dan peserta yang hadir dapat memberikan informasi dan masukan terkait hal dimaksud dan bagi masyarakat yang akan terkena dampak akan adanya perbaikan jalan ini dapat dibicarakan dengan baik.

Kasi Perencanaan Teknis Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat memberikan arahan terkait dengan jalannya konsultasi public dalam tahap design ini. Beliau menyampaikan bahwa jalan pada ruas Kumbung – Kuripan yang semula memiliki lebar jalan 3,5 meter akan terdapat pelebaran menjadi 4,5 meter dengan bahu jalan rabat beton pada kiri dan kanan selebar 1 meter. Disamping itu, beliau menjelaskan bahwa jalan dimaksud juga akan dilengkapi dengan saluran drinase. Dimana saluran drainase tersebut akan ditutup pada tempat-tempat fasilitas umum seperti masjid, sekolah, kantor desa, dsb. Perihal anggaran perbaikan infrastruktur jalan di ruas Kumbung – Kuripan ini merupakan dari PRIM dengan dana hibah yang berasal dari Pemerintah Australia. Beliau menyampaikan bahwa Kabupaten Lombok Barat sangat beruntung karena menjadi satu-satunya kabupaten yang berada di Indonesia untuk diberikan dana hibah dari Pemerintah Australia guna perbaikan dan pemeliharaan jalan kabupaten. Dikarenakan pengawasan yang cukup ketat dari Pemerintah Australia akan mutu dan kualitas perbaikan jalan tersebut, beliau meminta kepada masyarakat Kuripan agar turut dalam mengawasi kontraktor pada saat pekerjaan fisik telah dimulai agar bekerja dengan baik. Pekerjaan jalan ini juga akan ramah anak dan penyandang disabilitas. hal tersebut dapat dilihat dengan adanya kelengkapan trotoar dan Zona Selamat Sekolah (ZOSS) yang akan dibangun didepan sekolah pada sta 0+000 Kumbung. Pada pelaksanaan perbaikan infrastruktur jalan ini juga akan mengutamakan keterlibatan kaum perempuan untuk ikut serta pada pekerjaan ini, sehingga kesempatan perempuan untuk bekerja pada infrastruktur jalan terbuka dengan lebar. Disamping itu, beliau juga menekankan satu hal yang sangat penting bahwa dalam proyek pekerjaan jalan ini sangat tidak dianjurkan akan keterlibatan anak yang berusia dibawah 17 tahun. Oleh karena sangat sensitifnya hal tersebut, beliau mengajak kepada masyarakat Kuripan untuk ikut mengawasi juga kepada kontraktor dan melaporkan kepada Dinas PU atau FLLAJ Kabupaten Lombok Barat apabila menemukan hal dimaksud. Pada akhir penyampaiannya, beliau menyampaikan harapan dalam konsultasi public ini agar diberikan masukan terkait dengan design yang telah dibuat oleh Konsultan Perencana guna penyempurnaan design sebelum dilakukan proses lelang.

Konsultan Perencana memaparkan informasi design rencana perbaikan jalan ruas Kumbung – Kuripan. Beliau menjlaskan bahwa pekerjaan jalan Kumbung – Kuripan ini dibagi menjadi 2 segmen yaitu segmen 1 dari sta. 0+000 SMK 2 Kuripan hingga menuju Jalan Bypass BIL I sepanjang 3,683 km. sedangkan untuk segmen ke 2 diawali dari sta. 0+000 Kantor Camat Kuripan bergerak 0,692 km hingga ke perbatasan Kediri_Kuripan. Pada pekerjaan jalan ini terdapat dua poin pekerjaan yaitu pelebaran jalan dan peninggian elevasi jalan pada lokasi-lokasi tertentu. Untuk rencana pelebaran aspal badan jalan menjadi 4,5 meter, beliau memastikan tidak ada yang mengambil lahan atau asset dari warga sedangkan untuk mengejar lebar bahu jalan 1 meter pada posisi kiri dan kanan jalan tersebut akan mengambil sedikit lahan warga. Hal itu dilakukan karena pada kondisi di lapangan, di sebelah kiri jalan (dimulai dari Sta 0+000 segmen 1) terdapat saluran irigasi sehingga hal tersebut sangat sulit untuk dilakukan pelebaran. Selain itu, untuk pekerjaan peninggian elevasi jalan dilakukan karena adanya genangan pada lokasi tersebut. Pembuatan trotoar akan dilakuka dari pintu masuk sta 0+000 segmen 1 hingga pasar Kuripan. Dalam akhir pemaparannya, beliau menghrapan masukan dari masyarakat yang sangat mengenali daerahnya sendiri untuk kesempurnaan perencanaan.

Setelah penjelasan dari konsultan perencana, beliau menampilkan video ruas jalan Kumbung – Kuripan baik untuk segmen 1 maupun segmen 2. Prosedur dari tayangan video ini, masyarakat dapat langsung memberikan pertanyaan masukan atas titik mana yang dimaksudkan dan mendapat tanggapan langsung dari narasumber.

Pak Sanusi memberikan pertanyaan apakah di sta. 0+000 yang nantinya akan adanya pelebaran jalan akan disipakna pengaman jalan, karena pada lokasi tersebut berbatasan langsung dengan saluran irigasi.

Atas pertanyaan tersebut, Konsultan Perencana langsung menanggapi bahwa di lokasi dimaksud telah direncana akan diberikan patok pengarah. Beliau menambahkan bahwa patok pengarah akan ditempatkan pada bahu jalan dengan kondisi sampingnya cukup curam.

Ustad Syaiful selaku tokoh agama di Kecamatan Kuripan mempertanyakan halte yang berada di depan SMP Kuripan tersebut apakah akan terkena penggusuran dikarenakan adanya rencana pembuatan trotoar atau tidak mengingat bangunan tersebut baru saja dilakukan pengadaan pada tahun lalu. Selain itu, beliau menyampaikan terkait dengan saluran yang telah ada direncanakan akan dijadikan seperti apa.

Berdasarkan pertanyaan diatas, Konsultan Perencana menanggapi bahwa halte dimaksud tidak terkena penggusuran karena rencana pembuatan trotoar dilakukan di belakang dari halte tersebut. Terkait dengan pertanyaan saluran, saluran yang telah ada akan di normalisasi dengan mengeruk endapan sedimen yang membuat saluran tersebut tidak berfungsi sebagaimana pada umumnya.

Bapak Mutaharun selaku warga menyampaikan bahwa terdapat klinik yang berada di sta 0+500 segmen 1 yang bangunannya tersebut menggunakan akses masuk diatas saluran irigasi hingga menuju ke badan jalan. Pada titik dimaksud sering terjadi kecelakaan akibat akses jalan klinik hingga ke badan jalan tersebut. Beliau memberikan masukan agar bangunan tersebut lebih baik di bongkar saja.

Tanggapan dari Kasi Perencanaan Teknis Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa sudah seharusnya jalan akses masuk tersebut dibongkar karena sudah menjorok ke badan jaan dan sangat menggangu pengguna kendaraan bermotor terlebih dengan adanya bangunan tersebut kerap terjadi kecelakaan bermotor. Beliau juga meminta kepada pihak desa agar melakukan sosialisasi kepada pemilik bangunan tersebut sebelum pekerjaan fisik dimulai guna kelancaran pekerjaan perbaikan infrastruktur jalan.

Pada sta 0+500 segmen 2 disampaikan bahwa akan adanya penggusuran PKL warga yang berada di bahu dan mendekati dengan badan jalan. Beliau menyampaikan agar dilakukan pendekatan atau sosialisasi kepada pemilik lapak tersebut sebelum pekerjaan fisik dimulai guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan demi kepentingan bersama.

Dalam keseluruhan pertanyaan dari peserta konsultasi berpoin pada bangunan yang berada dipinggir jalan apakah terkena penggusuran atau tidak. Konsultan Perencana menjelaskan bahwa semua lahan atau asset warga yang tidak berada di bahu jalan atau 1,5 meter dari badan jalan (aspal) saat ini tidak akan terkena dampak dari perbaikan jalan. Sedangkan kondisi di lapangan pada saat ini banyak rumah atau kios dari warga dengan atap bangunan yang berada menjorok ke badan jalan, sehingga nantinya hal tersebut akan terganggu dengan adanya alat berat dan beliau meminta agar atap bangunanya dapat dipotong sedikit saja dan pelaksana atau Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat tidak ada melakukan penggantian atau ganti rugi perihal penggusuran bangunan atau atap rumah dimaksud. Kasi Perencanaan Teknis Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Lombok Barat memperjelas hal tersebut dilakukan karena bangunan yang dimaksud hingga ke badan jalan masih berada di Ruang Milik Jalan (RUMIJA) sehingga perlu dibersihkan untuk kenyaman pengguna jalan. Untuk kedepannya, Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat akan membuat sertifikat ruang jalan sehingga hal-hal yang tidak diinginkan pada saat melakukan pembangunan atau perbaikan jalan dapat berjalan dengan lancar.

Segala bentuk pertanyaan, masukan, dan saran dari masyarakat Kumbung – Kuripan yang hadir dalam kegiatan ini telah ditampung oleh konsultan perencana guna penyempurnaan design sebelum dilakukan lelang. Kepala Desa Kuripan Induk menutup acara ini pada pukul 12.00 Wita dengan harapan agar apa yang telah disampaikan dan segala bentuk masukan agar dapat diterima guna kelancaran perbaikan infrastruktur jalan paket P5 (Kumbung – Kuripan) ini.

DESIGN PERBAIKAN JALAN PAKET P5 (KUMBUNG - KURIPAN)

DOKUMENTASI