x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Sosialisasi FLLAJ Kabupaten Lombok Barat di Desa Kuripan Induk

Kuripan - Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat kembali menyelenggarakan kegiatan sosialisasi guna lebih memasyarakatkan keberadaan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang telah terbentuk dan aktif di Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dihadiri oleh 30 yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan tokoh agama iniberlangsung di Aula Kantor Desa Kuripan Induk pada hari Kamis, 8 Maret 2018.

Kasi Pelayanan Umum Desa Kuripan Induk membuka acara ini selaku perwakilan dari Kepala Desa Kuripan Induk. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat sehingga masyarakat nantinya lebih memahami dan dapat menyerap hal-hal penting didalamnya.

Pemaparan materi terkait dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat disampaikan oleh Ketua Pokja, Ibu Dayu Sideman. Beliau menyampaikan sejarah terbentuknya Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat yang diawali dari tahun 2010 sesuai dengan amanat UU Nomor 22 tahun 2009. Tetapi pada saat itu, FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat dapat dikatakan mati suri, hingga akhirnya pada tahun 2017 kembali aktif sebagai wahana koordinasi antar instansi penyelenggara lalu lintas dan program-program kerja rutin. Pada akhir pemaparannya, beliau menyampaikan media pengaduan yang dapat digunakan bagi masyarakat untuk memberikan keluhan/aduan/informasi terkait dengan jalan raya dan lalu lintas seperti website, wa, SMS centre, dan media social (instagram, facebook, twitter, dan instagram).

Ni Luh Putri Utami selaku Kasi Perencanaan Teknis Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat menyampaikan materi terkait dengan jalan. Beliau menyampaikan pengertian terkait dengan jalan, hak dan kewajiban pengguna jalan, serta batas-batas jalan seperti Rumija, Rumaja, dan Ruwasja sehingga masyarakat dapat memahaminya dengan baik. Disampig itu, beliau juga mengajak peserta sosialisasi untuk ikut berperan menjaga saluran yang telah dibuat agar selalu bekerja bedasarkan fungsinya yaitu mengalirkan air sehingga, badan jalan tidak tergenang dengan air yang dapat merusak aspal. Pada akhir pemaparannya, beliau menyampaikan beberapa lingkup pekerjaan jalan baik untuk pemeliharaan dan perbaikan ruas jalan kabupaten di Daerah Kecamatan Kuripan baik melalui anggaran DAK, DAU maupun PRIM pada tahun 2018.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Ombok Barat menyampaikan bahwa keberadaan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Lombok Barat ini berdasarkan amanat Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 bahwa semua elemen lalu lintas dan jalan yang terkait berada di dalamnya yang mempunyai peran sebagai wahana koordinasi. Penyelenggaran jalan tidak hanya terfokuskan di badan jalan saja, tetapi perlu adanya perhatian pula terhadap keselamatan jalan seperti rambu, marka, dan fasilias keselamatan lainya. Beliau sangat mengharapkan masyarakat dapat berperan serta dan peduli dalam pengawasan jalan. Bentuk kepedulian terhadap masalah di jalan dapat disampaikan ke Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam kegiatan ini terdapat diskusi atau tanya jawab terkait dengan pemaparan materi. Penanya pertama dari Lalu Sukandani selaku Tokoh Pemuda Desa Kuripan Induk mempertanyatakan apakah tetap ada pelebaran jalan di jalan Kuripan Raya. Terkait dengan hal ini, Kasi Perencanaan Teknis Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat menanggapi bahwa jalan Kuripan Raya merupakan kewenangannya berada diprovinsi berdasarkan status jalannya. Sedangkan, untuk melakukan pelebaran merupakan kewenangan dari Pemerintah Daerah. Untuk saat ini, beliau menyampaikan bahwa asset telah melakukan pembebasan lahan dari depan Kantor Lurah Dasan Geres hingga depan kuburan Kuripan. Pemerintah provinsi tidak akan melakukan pekerjaan fisik sebelum pembebasan lahan dari pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat.

Berdasarkan pengaduan dari Bapak Tajiadi terkait dengan penjelasan penyelenggaraan acara yang berada di badan jalan untuk waktu yang sementara ditangapi oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa penggunaan jalan yang tidak sesuai dengan fungsinya diperbolehkan asalkan mengikuti mekanisme yang ada yaitu mengajukan rekomendasi terlebih dahulu ke Dinas Perhubungan yang selanjutnya akan diteruskan ke Polsek setempat untuk membantu melakukan pengamanan arus lalu lintas.

Bapak Agus Winardi selaku masyarakat Desa Kuripan Induk menyampaikan apresiasinya terhadapa keberadaan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Lombok Barat sebagai wahana masyarakat dalam menyampaikan keluhan/aduan terkait dengan jalan dan lalu lintas. Disamping itu, beliau juga meminta kepada Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat untuk menyampaikan kepada dinas terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat agar memberikan container sampah di Desa Kuripan Induk. Beliau menyampaikan bahwa pada saat ini container sampah tidak tersedia sehingga masyarakat membuang sampah ke saluran drainase yang ada. Apabila telah tersedianya container tersebut nantinya dapat mengurangi perilaku buruk dari masyrakat sehingga tidak akan lagi terjadi luapan atau genangan saat hujan turun.

Dengan berakhirnya diskusi dan tanya jawab tersebut, berakhir pula kegiatan Sosialisasi FLLAJ Kabupaten Lombok Barat di Desa Kuripan Induk pada pukul 11.30 Wita.