x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Konsultasi Publik Paket 3 (P3) Ruas Sayang-Sayang - Gunungsari

Gunungsari - Sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama pada saat Pre-Construction Meeting (PCM) Paket 3, Jumat (4/5) lalu untuk dilaksanakannya kegiatan konsultasi publik Paket 3 Ruas Sayang-Sayang – Gunungsari pada hari Rabu, 9 Mei 2018. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Gunungsari ini difasilitasi oleh Konsultan Supervisi P3, PT. Yodya Karya (Persero) dan dimulai pada pukul 09.30 Wita. Kegiatan yang wajib dilaksanakan sebelum pekerjaan jalan dimulai ini dihadiri oleh Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat, Kontraktor Pelaksana dalam hal ini PT. Kesawa Karya Abadi, PIUC, serta Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh 40 orang peserta yang terdiri dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, serta Unsur Desa di Kecamatan Gunungsari.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Camat Gunungsari. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat karena telah meprogramkan perbaikan jalan untuk paket P3 ruas Sayang-Sayang – Gunungsari. Beliau sebelumnya telah mendengar dari Dinas PU bahwa pada tahun ini, telah dimulai pengerjaan jalan dengan pola yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pola pengerjaan yang dimaksud yaitu mengedepankan kualitas agar pemanfaatan jalan itu sendiri dapat bertahan lama. Disamping itu, beliau mengapresiasi pula kegiatan Konsultasi Publik ini karena sebagai suatu bentuk lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya di Desa Ranjok dalam tahap DED (Perencanaan Design). Beliau melanjutkan bahwa kegiatan ini juga sangat bermanfaat agar masyarakat yang akan terkena dampak akan adanya pekerjaan jalan ini memahami dan tidak akan mempermaslahkan suatu hal baik teknis maupun non teknis saat pekerjaan berlangsung.

H. Akhmad Hambali selaku PPK Paket 3 Sayang-Sayang – Gunungsari juga memberikan sambutan singkat. Beliau mengharapkan dukungan dari masyarakat Gunungsari khususnya pada saat pengerjaan jalan di ruas Sayang-Sayang – Gunungsrai berlangsung. Sehingga pekerjaan jalan yang diharakan bersama ini berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan tepat mutu sesuai spesifikasi yang ada.

Pemaparan secara detail terkait dengan pekerjaan jalan disampaikan langsung oleh Site Engineer (SE) PT. Yodya Karya (Persero). Beliau menjelaskan bahwa paket pekerjaan ruas paket 3 yang tersebar di Kecamatan Gunungsari dan Batu Layar ini terdiri atas pekerjaan rehab sepanjang 3,9 km yaitu ruas Sayang-Sayang – Gunungsari serta untuk pekerjaan BMW dan rutin akan dikerjakan sepanjang 27,22 km sebanyak 13 ruas. Berdasarkan surat perintah mulai kerja yang sudah diterbitkan bahwa pekerjaan jalan ini berlangsung selama 180 hari kalender dimulai dari tanggal 27 April 2018 dan berakhir pada 23 Oktober 2018. Beliau juga memaparkan terkait dengan lingkup kegiatan dari setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan pada ruas ini secara detail dan lengkap kepada peserta konsultasi publik. Diakhir pemparannya, beliau menyampaikan bahwa pengaduan/masukan/saran selama pekerjaan jalan berlangsung dapat disampaikan kepada Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat dengan media pengaduan yang telah disediakan.

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat yang dalam kesempatan ini diwakilkan oleh Gita Maya selaku tenaga ahli memaparkan sekilas terkait dengan FLLAJ. Beliau menyampaikan secara singkat sejarah berdirinya FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat yang dimulai dari tahun 2012 hingga keaktifannya saat ini. Kemudian, beliau juga menyampaikan beberapa media pengaduan yang telah difasilitasi oleh FLLAJ untuk memudahkan masyaratkan memberikan pengaduan/masukan/saran terkait dengan pekerjaan jalan yang sedang berlangsung. Tidak ketinggalan juga, beliau menekankan untuk menyelipkan nama serta jenis kelamin dari setiap pengadu ketika menyampaikan pengaduan.  Disamping itu, beliau juga memaparkan 40 mata keterbukaan untuk paket pekerjaan P3 ruas Sayang-Sayang – Gunungsari sebagaimana mengacu pada panduan CoST data status per tanggal 7 Mei 2018. Adapun 40 mata yang disosialisasikan terkait dengan identitas proyek, persiapan proyek, penyelesaian proyek, pengadaan (dokumen kontrak), serta hal-hal terkait dengan implementasi. Dengan adanya sosialisasi terkait  pemaparan 40 mata data tersebut, harapannya masyarakat dapat mengetahui setiap data-data yag tertera dalam dokumen kontrak baik terkait dengan pekerjaan proyek maupun anggaran serta menjunjung tinggi asas transparansi (keterbukaan).

Dalam kegiatan ini, antusias peserta untuk memberi pertanyaan atau masukan terkait dengan pekerjaan jalan ini sangat besar terlihat dari banyaknya yang ingin bersuara saat moderator memberikan waktu pada sesi tanya jawab.

Lalu Ahmad Hariyadi dari Desa Mambalan meminta kepada Konsultan Supervisi untuk memberikan informasi terkait dengan lebar jalan yang akan dibangun serta ketebalan aspalnya. Disamping itu, beliau juga ingin meminta informasi terkait dengan berapa meter hak warga yang dapat digunakan di bahu jalan, dikarenakan banyak dari warga khususnya di ruas P3 tersebut membangun warung untuk berjualan pada bahu jalan. Beliau juga menambahkan terkait permasalahan perpipaan yang berada melintang tertanam di bawah aspal mengingat warga Sayang-Sayang dan Gunungsari baru saja mendapatkan sumbangan air bersih, sehingga beiau menanyakan solusi akan hal tersebut yang dikhawatirkan akan terjadi kebocoran pada saat pekerjaan berlangsung.

Abdul Hadi, Kecamatan Gunungsari memberikan masukan agar bahu jalan dengan rabat beton K175 dalam pelaksanaannya tidak membuat kemiringan 10 hingga 15 persen seperti yang terdapat d beberapa ruas jalan lain yang berakibat ketidaknyamanan untuk pengguna jalan khususnya pengendara bermotor. Selain itu, beliau juga menyampaikan masukan kembali agar memfokuskan pembangunan jalan pada saat pekerjaan LPA atau LPB untuk menghindari kerusakan jalan yang dini akibat beban kendaraan yang bergerak diatasnya. Beliau juga menambahkan bahwa banyak dijumpai aspal memiliki kemiringan yang tidak sinkron. Ditambah lagi, agar setiap tikungan nantinya dibuat dengan lebar yang cukup sehingga apabila kendarana ber manuver akan mudah telebih apabila saat berpapasan dengan kendaraan lain. Pada akhir peyampaiannya, beliau juga mengingatkan kepada pelaksana pekerjaan agar pada saat pengerjaan bahu rabat dengan beton dan tidak, agar lebih memperhatikan kemiringannya yang juga kerap kali membahayakan pengguna jalan.

H.M.Ahyar, Staff Kantor Camat Gunungsari mempertanyakan terkait dengan jaminan kekuatan atau masa berlakunya umur jalan untuk pekerjaan pada ruas Sayang-Sayang – Gunungsari. Selain itu, beliau juga mempertanyakan terkait dengan pembangunan yang berada di bahu jalan, bagaimana cara pengajuan IMB agar nantinya disosialisasikan kepada masyarakat sehingga apabila terdapat pembangunan di lahan tersebut di kemudian hari, tidak ada masalah teknis maupun non teknis dari masyarakat.

GS dari Kontraktor PT. Kesawa Karya Abadi menanggapi beberapa pertanyaan dari peserta dengan menjelaskan gambaran singkat terkait dengan design Paket 3 (P3) ruas Sayang-Sayang – Gunungsari. Beliau menyampaikan bahwa lebar eksisting jalan saat ini yaitu 3,5 meter dan akan dilakukan pelebaran menjadi 4,5 meter yang diawali dari Sta 0+00 (batas Kota Maataram) hingga Sta 3+979 (simpang tiga Gunungsari). Jembatan yang berada di Sta 0+00 akan dilakukan pemeliharaan dan diberikan aspal 1 lapis, sedangkan di luar jembatan akan dilakukan finishing dengan 2 lapis perkerasan aspal. Sepanjang 2,3 km dari Sta 0+00 akan dilakukan peninggian badan jalan dengan ketinggian yang bervariariasi mengingat kondisi yang cukup parah di sepanjang ruas dimaksud. Sementara, kemiringan samping badan untuk di aspal dalam keadaan normal yaitu sebesar 3%, apabila terdapat tikungan kekiri kemiringan akan dilakukan juga ke samping kiri dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada gambar  desain cross section. Untuk bahu jalan menggunakan beton ready mix K175 dengan kemiringan bahu jalan akan dibuat konstan kurang lebih 5% dengan lebar maksimal 1 meter apabila terdapat pasangan batu untuk saluran akan diletakkan penuh rabat beton hingga di ujung saluran. Di beberapa tempat seperti fasilitas umum, akan dibuatkan trotoar dengan menggunakan kerb serta ditambahkan akses untuk mempermudah pejalan kaki bagi penyandang disabilitas pada lantai trotoar. Pada akhir pemnyampaiannya, beliau juga menjelaskan terkait dengan warga yang membuat bangunan pada bahu jalan atau Rumija/Rumaja, akan dilakukan sosialisasi lebih lanjut serta berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan atau Kepala Dusun setempat.

Terkait masalah perpipaan yang melintang atau mengikuti badan jalan, GS PT. Kesawa Kaya Abadi menyampaikan bahwa nantinya dalam pekerjaan ini akan dilakukan pelebaran  badan jalan sehingga membutuhkan penggalian setebal 30 cm dengan lebar minimum 1,2 meter hingga di ujung saluran. Oleh karena itu, beliau nantinya akan berkoordinasi dengan pihak yang lebih kompeten dalam hal ini yaitu PDAM dengan memanggil pekerja dari PDAM pada saat penggalian berlangsung. Sehingga, dengan hal tersebut apabila kebocoran terjadi langsung dapat tertangani saat itu juga dengan alat-alat yang tersedia oleh PDAM.

Hadi Suwasono selaku engineer PIUC menyampaikan apresiasi terhadap masukan peserta konsultasi publik terlebih terkait dengan permintaan pelebaran jalan di tikungan simpang tiga. Sehingga nanti kendaraan yang akan melakukan manuver akan menjadi leluasa terlebih hal ini telah menjadi pertimbangan dari road safety.

Ahmadi selaku Kepala Desa Midang mempertanyakan apakah untuk ruas Belencong – Gegutu yang masuk dalam penanganan Paket3 (P3) ruas Sayang-Sayang – Gunungsari dapat menangani kelongsoran talud yang berada di sisi jalan, mengingat apabila musim hujan telah tiba kelongsoran terjadi akan semakin luas.

Atas pertanyaan tersebut, ditanggapi langsung oleh PPK Paket 3 selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa Dinas PU telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Alam untuk membuat proposal hal tersebut tetapi hingga saat ini belum ada kepastian.

Kepala Desa Jeringo memberikan apresiasi terkait pekerjaan perbaikan jalan untuk Kecamatan Gunungsari, khususnya Desa Jeringo. Beliau mengharapkan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu selama 180 hari kalender. Disamping itu, beliau mengharapkan pula agar pekerjaan ini dapat dikondisikan sesuai dengan kondisi wilayah, terutama jalan Sayang-Sayang – Gegutu menuju ke Lilir – Gunungsari karena merupakan jalan yang cukup rame. Oleh karena itu, beliau mengharapkan agar pekerjaan pengaspalan dapat dilakukan pada malam hari saja agar tidak mengganggu pengguna jalan serta berharap adanya manajemen lalu lintas yang baik selama pekerjaan berlangsung.

Beberapa masukan dari peserta konsultasi publik diterima dengan baik oleh Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Supervisi untuk lebih konsisten terhadap gambar design dan akan sangat dibutuhkan perhatian guna kenyamanan bersama. Serta disamping itu juga, dibutuhkan dukungan dari masyarakat dan pengawasan dari masyarakat juga sehingga tercapai tujuan bersama yaitu tepat waktu dan tepat mutu.