x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Konsultasi Publik Paket 5 (P5) Ruas Kumbung-Kuripan

Kuripan - Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat kembali mengahdiri kegiatan Konsultasi Publik untk Paket 05 (P5) ruas Kumbung – Kuripan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Mei 2018 ini difasilitasi oleh Konsultan Supervisi yaitu PT. Yodya Karya (Persero) yang akan melakukan pengawasan pada ruas Kumbung-Kuripan ini. Satu kegiatan yang wajib dilaksanakan untuk menerima masukan/saran dari masyarakat sekitar sebelum pekerjaan dimulai ini juga dihadiri oleh Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat, Kontraktor, PIUC, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, serta Unur Desa di Kecamatan Kuripan.

Kegiatan dibuka pada pukul 14.00 dengan sambutan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat, dimana dalam hal ini beliau menjabat selaku PPK Paket 05 (P5) ruas Kumbung-Kuripan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Supervisi guna menyampaikan kegiatan pekerjaan jalan yang akan berlangsung selama 180 hari kalender dimulai dari tanggal 27 April 2018 hingga 23 Oktober 2018. Beliau mengharapkan, agar pekerjaan ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu serta yang tidak kalah pentingnya yaitu mendapat dukungan dari masyarakat sekitar guna kepentingan bersama. Pada akhir sambutannya, beliau menyampaikan bahwa masyarakat sekitar juga dapat ikut mengawasi jalannya pekerjaan jalan ini dan memberikan masukan atau saran apabila sekiranya terjadi kesalahan yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana.

Site Engineer (SE) pada PT. Yodya Perkasa selaku Konsultan Supervisi Paket 5 ini memaparkan secara detail terkait dengan pekerjaan yang berlangsung selama 180 hari kalender pada Kecamatan Kuripan dan Labuapi. Beliau menyampaikan bahwa ruas rehab jalan dengan panjang 4,5 km dan berjumlah 1 ruas ini berlokasi pada ruas Kumbung-Kuripan, sedangkan untuk Paket BMW dan Rutin akan dilaksanakan pada 18 ruas dengan panjang 39,285 km. Adapun 18 ruas BMW dan rutin yang akan tertangani selama 180 hari kalender ini antara lain: Jerneng-Prampuan; Labuapi-Datar; Kuripan-Bile Ker; Telaga Waru-Pagutan; Pedek-Jagaraga; Kuripan-Probot; Jagaraga-Lamper; Beginda-Medayin; Kererot-Kerepet; Karang Bayan-Kapitam; Jerneng-Bagik Polak; Pelabu-Tunggu Lawang; Kuripan-Tempos; Pedek Anyor-Ubung; Pancor-Tambang Eleh; Gerepek-Brambang; Eting-Plabu; serta Merembu-Rungkang. Dismaping itu, beliau menjelaskan setiap lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan secara detail, seperti pekerjaan pengembalian kondisi perkerasan, pengembalian kondisi bahu jalan, pengembalian kondisi selokan, pengembalian kondisi perlengkapan jalan, pengembalian kondisi jembatan, serta lingkup pekerjaan untuk pemeliharaan rutin. Pada akhir pemaparannya, beliau menyampaikan apabila pada saat pekerjaan berlangsung terdapat keluhan ataupun masyarakat ingin memberikan saran dapat disampaikan ke Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat dengan media pengaduan yang telah disiapkan serept whatsapp, SMS center, serta media sosial seperti FB, Instgram, amupun website resminya.

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat dalam hal ini yang diwakilkan oleh Staff IT, Imam Arief memaparkan sekilas informasi terkait dengan FLLAJ. Beliau menyampaikan bahwa FLLAJ Kabupaten Lombok Barat sebagai wahana koordinasi antar instansi penyelenggara lalu lintas yang hadir sebagai amanat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Disamping itu, beliau juga memaparkan terkait dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ada di FLLAJ Kabupaten Lombok Barat yang juga telah tertuang dalam Peraturan Bupati tentang FLLAJ. Adapun SOP yang dipaparkan terkait dengan SOP keluhan masyarakat. Didalam SOP tersebut, FLLAJ wajib melakukan tindak lanjut dari setiap aduan masyarakat paling lambat 5 hari setelah pengaduan tersebut datang. Oleh karena itu, beliau menyampaikan bahwa untuk asyarakat yang ingin memberikan keluhan/informasi/aduan terkait dengan lalu lintas dan angkutan jalan atau keluhan/saran selama pekerjaan berlangsung, dapat disampaikan ke Sekretariat FLLAJ Lobar yang berada di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat atau bisa melalui WA, SMS Center, FB, atay Instagram yang tertera pada leaflet masing-masing peserta Konsultasi Publik yang telah dibagikan sebelumnya.

Disamping itu, FLLAJ Kabupaten Lombok Barat juga mensosialisasikan 40 mata keterbukaan untuk paket pekerjaan P5 ruas Kumbung-Kuripan sebagaimana mengacu pada panduan CoST data status per tanggal 7 Mei 2018. Adapun 40 mata yang disosialisasikan terkait dengan identitas proyek, persiapan proyek, penyelesaian proyek, pengadaan (dokumen kontrak), serta hal-hal terkait dengan implementasi. Dengan adanya sosialisasi terkait  pemaparan 40 mata data tersebut, harapannya masyarakat dapat mengetahui setiap data-data yag tertera dalam dokumen kontrak baik terkait dengan pekerjaan proyek maupun anggaran serta menjunjung tinggi asas transparansi (keterbukaan).

Konsultasi Publik ini juga membuka sesi tanya jawab atau pemberian saran oleh peserta dengan narasumber. Saran pertama datang dari Fauzan dari Kecamatan Kuripan, beliau menyampaikan bahwa sepanjang ruas Kumbung-Kuripan, terdapat beberapa tempat yang kerap terjadi kerusakan. Sehingga, beliau mengharapkan agar kualitas aspal diposisi rentan rusak tersebut dapat ditingkatkan dan diberikan yang terbaik. Serta beliau menyampaikan perlu adanya investigasi dibeberapa tempat tersebut agar mencari tahu penyebab dari dininya kerusakan jalan tersebut apakah terkait dengan saluran dan sebagainya.

Bapak Asnawi menyampaikan apresiasi perihal perbaikan jalan Kumbung-Kuripan dikarenakan meningkatnya pengguna jalan pada ruas dimaksud. Disamping itu, beliau juga meminta agar pekerjaan jalan pada ruas ini dapat menggunakan tenaga dari warga setempat sesuai keterampilan yang dimiliki.

Marwan selaku warga setempat meminta agar material yang digunakan dapat memakai material yang dijual oleh warga setempat, sehingga dapat memberikan pemasukan dalam hal peningkatan ekonomi bagi warga Kuripan.

I Komang Suardana selaku Kontraktor Pelaksana dalam hal ini menduduki jabatan sebagai GS PT. Surya Karya Sari, menanggapi beberapa masukan dari peserta Konsultasi Publik perihal pemanfaatan tenaga warga/masyarakat sekitar untuk bekerja pada pekerjaan ini. Bahwasannya, sepanjang ruas Kumbung-Kuripan akan banyak dilakukan pekerjaan pemasangan batu yang nantinya akan menggunakan tenaga dan material dari warga setempat dengan tetap mengutamakan kualitas atau spesifikasi yang telah ditetapkan oleh PRIM.

Masukan dan saran dari peserta konsultasi publik selaku warga setempat diterima dengan baik oleh Konsultan dan Kontraktor. SE Konsultan Supervisi menyampaikan bahwa langkah awal dari pekerjaan ini akan mengidentifikasi titik-titik rusak sepanjang ruas rehab Kumbung-Kuripan ini. Perihal dengan pekerjaan aspal, akan mengutamakan terkait dengan kualitas agregat, beton, maupun aspal harus sesuai dengan spesifikasi yang telah disyaratakan dimana acuannya yaitu spek 2010 revisi 3. Sebelum bahan-bahan tersebut masuk ke lapangan, akan dilakukan pengujian terlebih dahulu terkait mutunya di laboratorium yang telah ditetapkan sebelumnya. Terkait dengan kegiatan identifikasi Konsultan dan Kontraktor akan melibatkan masyarakat setempat untuk memberikan informasi terkait dengan titik atau lokasi dimana sering terjadi kerusakan atau banjir, sehingga hal tersebut akan menjadi acuan dalam pekerjaan ini. Dikarenakan musuh utama dari aspal tersebut adalah air, maka nantinya design dari badan dalan kemiringannya 3% dan bahu jalan 5%, sehingga air akan mengalir ke saluran dan tidak mengendap di badan jalan.

Hadi Suwasono selaku Engineer PIUC menyampaikan bahwa masukan dari masyarakat setempat merupakan hal baik dan berguna untuk pekerjaan ini. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan konsultasi publik ini bertujuan untuk merangkul masyarakat setempat agar proyek ini bisa sukses dengan kualitas yang bagus. Kulitas yang bagus jangan hanya dibebankan kepada para pekerja di lapangan saja, beliau mengajak pada warga setempat untuk ikut mengawasi agar kualitas dari aspal baik sesuai dengan keinginan bersama. Perihal peninggian badan jalan telah direncanakan di gambar design, sehingga untuk daerah yang elevasinya rendah, akan dilakukan peninggian dengan agregat maksimum 40 cm ditambah dengan salurah kiri-kanan dan gorong-gorong.

Abdul Haris mempertanayakan apakah setelah pekerjaan ini selesai akan terus adanya tindaklanjut untuk pemeliharaan rutin atau tidak. Untuk hal ini ditanggapi langsung oleh Hadi Suwasono dari PIUC, beliau menjelaskan bahwa dalam kegiatan pemeliharaan rutin akan menjadi tanggungjawab dari kontraktor selama 3 bulan setelah tanggal proyek selesai. Setelah lewat dari masa pemeliharaan 3 bulan tersebut, akan diserahkan ke Dinas PU Kabupaten Lombok Barat dalam program swakelola. Tetapi, beliau menyampaikan bahwa alangkah baiknya untuk sampah-sampah yang berada di saluran atau rumput di bahu jalan dapat dibersihkan oleh masyarakat setempat.

Masyarakat setempat meminta agar kontraktor dan konsultan menjalin koordinasi yang baik dengan warga setempat karena ada beberapa pekerjaan sebelumnya yang telah terjadi di wilayah Kuripan tidak ada kerjasama yang baik dengan pihak desa. Sehingga, banyak dari masyarakat meminta agar pekerjaan ini dapat melibatkan warga setempat karena yang lebih memahami terkait dengan daerah ini. Serta salah satu warga juga menyampaikan bahwa petugas keamanan desa atau Babinsa dan Babinkantibmas telah siap untuk melakukan pengamanan selama pekerjaan berlangsung dengan waktu yang dapat terbilang cukup lama.