x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Rapat Bulan Juni Forum LLAJ Kabupaten Lombok Barat

Gerung- Forum LLAJ Kabupaten Lombok Barat kembali menyelenggarakan Rapat Bulanan untuk membahas aduan dan informasi masyarakat serta isu-isu lalu lintas pada 28 Juni 2018. Pembahasan tersebut antara lain mengenai informasi tentang hasil kajian prasarana jalan di wilayah Senggigi- Batu layar, beberapa spot parkir liar truk di daerah labuapi dan Kediri serta permasalahan terkait utilitas jalan di paket pekerjaan P3 Sayang-sayang -  Gunungsari.

Terkait aduan yang masuk dari masyarakat, FLLAJ mendapati beberapa lokasi yang terdapat laporan masalah kerusakan dan penerangan jalan. Lokasi tersebut berada di areal Kekait-Pusuk, Sesela, Penimbung, Ranjok-Kekeri, serta di Belencong-Gegutu. Forum LLAJ telah berkoordinasi sebelunya dengan dinas PUTR dan Perkim Kabupaten Lombok Barat dengan mengirimkan surat terkait aduan tersebut. Terkait kerusakan Jalan di Sesela, pihak FLLAJ telah menginformasikan kepada masyarakat bahwaa akan dilaksanakan pemeliharaan rutinn di jalan tersebut dalam paket PRIM 2018 yang telah mulai dilaksanakan di beberapa ruas. Terkait kerusakan jalan yang diluar paket pekerjaan yang sedang di laksankan di beberapa tempat, perwakilan dinas PUTR Kab. Lobar akan segera berkoordinasi kembali untuk memenuhi permintaan masyarakat terkait aduan tersebut.

Permasalahan terkait penerangan jalan ditanggapi oleh dinas Perkim Kab. Lombok Barat. Saifullah selaku perwakilan dinas tersebut menyingkapi masalah penerangan tersebut saat ini sedang di realisasikan bertahan di beberapa tempat mengingat masalah tingginya anggaran pembangunan dan listrik yang digunakan terkait penerangan jalan tersebut. Selain itu untuk penerangan jalan di daerah yang sepi serta PJU solar cell sering terjadi kehilangan beberapa bagian perangkat seperti lampu dan baterai. Terkait melonjaknya listrik tersebut Dinas Perkim akan merealisasikan PJU dengan KWH meter yang saat ini proyeknya masih dilaksanakan di daerah Montong-Midang dan selanjutnya akan masuk ke daerah lain yang memiliki aliran listrik PLN lainnya. Terkait di daerah pusuk dan penimbung yang belum adanya akses listrik PLN maka Dinas Perkim dan tata kota akan memindahkan PJU solar cell yang telah masuk areal cakupan listrik PLN ke areal tersebut.

Dalam rapat bulan juni ini dihadirkan pula PLN guna membahas permasalahan utilitas yang ada di paket P3 Sayang-sayang – Gunung Sari. Sebelum membahas permasalahan tersebut pihak PLN sangat mengapresiasi pemasangan KWH meter yang dilaksanakan oleh Dinas Perkim Kab. Lombok Barat karena selain dapat menurunkan tagihan listrik yang perlu dibayar, hal tersebut juga dapat memudahkan pihak PLN untuk mencatat penggunaan listrik pada PJU tersebut. Terkait masalah utilitas PLN yang perlu pemindahan pada paket pekerjaan P3 Sayang-sayang – Gunung Sari, pihak PLN berharap pihak yang bertanggung jawab terhadap paket pekerjaan tersebut berkoordinasi jauh-jauh hari paling lambat 2-3 bulan sebelum dilaksanakan pekerjaan. Hal ini dikarenakan pemindahan utilitas tiang PLN membutuhkan tahapan yang tidak sedikit dan tentu saja perlu di buatkan proyek pekerjaan sendiri oleh pihak PLN. Hal senada diungkapkan kepada dinas perkim terkait penebangan pohon besar di areal pekerjaan yang perlu mereka lakukan.

Terkait permasalahan utilitas tersebut, Forum LLAJ akan mengundang kembali pihak-pihak terkait yaitu Dinas Perkim, PT. PLN Persero dan PT. Telkom Wilayah NTB untuk melakukan survey lapangan dan koordinasi kembali yang akan dilaksakan pada hari Selasa, 3 Juli 2018.

Permasalahan yang cukup menyita perhatian yaitu masalah sampah dan Pasar kambing dadakan yang ada di areal pasar Gunung Sari. Hal ini ditanggapi langsung oleh Kabid Darat Dinas perhubungan Lombok barat. Beliau menghimbau setiap instansi terutama kepolisian di daerah tersebut agar tidak menyediakan lahan terkait hal tersebut. Pengawasan juga perlu dilakukan terutama pada saat mendekati idul adha yang merupakan waktu rawan hadirnya pasar kambing di berbagai tempat. Terkait masalah parkir liar truk di beberapa tempat, beliau juga telah berkoordinasi kepada instansi yang bertanggung jawab terhadap jalan provinsi dan nasional agar segera memasang rambu larangan parkir di areal tersebut mulai dari sekitar pelabuhan sampai kelabu api dan Kediri.

Pembahasan mengenai hasil kajian jalan di daerah Sengigi-Batu Layar dipaparkan oleh Fathurrahman selaku sekretaris Forum LLAJ. Beliau menyampaikan ada beberapa areal yang perlu adanya rambu-rambu informasi karena jalan tersebut memiliki tibe banyak tikungan dan bukit yang cukup berbahaya bagi pengguna jalan. Selain itu perangkat jalan lain seperti paku jalan sebagai pemisah di areal tikungan dan PJU perlu dilengkapi. Disamping itu karena berada di jalur pariwisata, perlu juga dilengkapi dengan petunjuk arah ke areal spot wisata yang terkenal disana.