x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Konsultasi Publik Tematik Paket P5 Kumbung - Kuripan di Desa Kuripan Induk

Sesuai dengan kesepakatan hasil rapat dengan kontraktor P5 ruas Kumbung – Kuripan, FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menginisiasi kegiatan Konsultasi Publik Tematik untuk memberikan informasi kembali kepada warga yang terkena dampak pekerjaan jalan ini khususnya pada segmen 2. Kegiatan yang dihadiri oleh 20 orang warga ini dilaksanakan di Aula Kantor Camat Kuripan pada hari Rabu, 11 Juli 2018.

Kepala Desa Kuripan Induk membuka kegiatan ini pada pukul 10.00 WITA. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pemaparan informasi dari kontraktor dan konsultan pekerjaan jalan P5 ruas Kumbung – Kuripan terkait dengan pekerjaan jalan yang sedang berlangsung. Beliau mengharapkan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan masukan dari masyarakat atau pertanyaa terkait dengan pekerjaan jalan menjadi sangat jelas.

Fathurrahman selaku sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan informasi sekilas terkait dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.Beliau menyampaikan bahwa sebagaimana diktahui bahwa kegiatan ini terus dilaksanakn baik oleh Konsultan Design, Pelaksana, dan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat tujuannya yaitu untuk masyarakat dan pemerintah dapat melaksanakan pembangunan dengan asas koordinasi dan partisipastif. Hal yang dimaksudkan dengan partisipatif yaitu bagaiamana keterlibatan masyarakat untuk terlibat baik secara langsung maupun tidak dalam pembangunan. Sehingga hasilnya dapat dirasakan secara bersama sama oleh masyarakat baik dari sisi kualitas maupun manfaat positif lainnya. Beliau menyampaikan bahwa FLLAJ hadir di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2017 sesuai dengan Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Undang Undang tersebut disebutkan bahwa pelaksanaan lalu lintas dan angkutan jalan terlaksana dengan terkoordinasi. Dalam FLLAJ Kabupaten Lombok Barat tersusun keanggotaan yang tidak hanya berasal dari unsur pemerintah saja tetapi juga ada keterlibatn masyarakat didalamnya. Masyarakat yang terlibat terdiri dari akademisi, LSM, kelompok minoritas seperti disabilitas, organisasi perempuan dengan tujuan terwujudnya penyelenggaran lalu lintas dan angkutan jalan yang partisipatif. Beliau menyampaikan bahwa FLLAJ Kabupaten Lombok Barat mempunyai fungsi sebagai bagaimana menerima aduan masyarakat terkait penyelenggaran lalu lintas dan angkutan jalan yang dibahas dalam rapat bulanan yang rutin dilaksanakan setiap bulannya oleh semua dinas terkait. Tugas lainnya yaitu menyelenggarakan konsultasi publik sebagai wadah pertemuan antara warga dan pelaksana pekerjaan jalan yang sedang berlangsung terkait dengan suatu permaslahan yang terjadi. Kegiatan ini dilaksanakan guan mewujudkan asas transparansi dalam kegiatan pekerjaan jalan sehingga masyarakat mengetahui pekerjana yang sedang berlangsung. Dalam akhir pemaparannya, beliau mengahrapkan agra dukung masyarakat dapat tercipta guna mewujdukan pekerjaan jalan yang berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan bersama.

Hadi Suwasono selaku Engineer PIUC menyampaikan bahwa dalam pekerjaan jalan ruas Kumbung – Kuripan ini terdiri dari 2 segmen yaitu segmen 1 dari SMKN1 Kuripan hingga batas Bypass BIL, sedangkan untuk segmen 2 yaitu dari depan Kantor Camat Kuripan menuju ke pertugaan Desa Kuripan Induk. Pekerjaan jalan ini juga akan melakukan pelebaran dari lebar eksisting yaitu 3,5 meter menjadi 4,5 meter dengan bahu 1 meter yang terdapat pada sisi kiri dan kanan aspal. Disampaikan pula di ruas pekerjaan jalan lainnya bahwa proyek tidak menganggarkan untuk pembuatan plat beton diatas saluran sebagai akses kelua masuk ke rumah warga. Apresiasi yang sangat besar sekali beliau sampaikan bahwa warga setempat yang terkena dampak langsung menerima hal tersebut sebagai bentuk dukungan atas pekerjana jalan ini. Untuk pekerjana jalan ruas Kumbung – Kuripan pada segmen 2 ini, tidak ada pembuatan saluran. Tetapi, dengan bahu jalan yang dibuat bentuk V sekalian dengan salurannya. Hal ini dilakukan melihat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan untuk pembuatan saluran. Oleh karena itu, beliau menyampaikan bahwa tujuan dari adanya kegiatan konsultasi publik ini yaitu untuk menginformasikan kepada warga setempat bahwa apabila ada bangunan untuk berjualan yang berada di Ruang Milik Jalan (RUMIJA) untuk dibongkar karena nantinya akan terkena pelebaran jalan. Pada akhir penyampainnya, beliau menekankan bahwa proyek tidak ada menganggarkan untuk penggantian lahan warga, karena bangunan yang terkena pembongkaran tersebut berada di Ruang Milik Jalan (RUMIJA).

Tanggapan dari narasumber terkait dengan usulan dan pertanyaan warga ditanggapi oleh Hadi Suwasono selaku Engineer PIUC. Beliau menyampaikan bahwa lebar aspal yang akan dikerjakan pada ruas ini yaitu 4,5 meter dari kondisi eksisting 3,5 meter. Disamping badan jalan tersebut dilengkapi dengan bahu dengan lebar 1 meter baik di sisi kiri maupun kanan. Apabila masih terdapat ruang di samping bahu jalan akan dibangun saluran, tetapi jika tidak bahu jalan dengan rabat beton tersebut dibuat bentuk V dengan fungsi sebagai aliran air. Adanya pembuatan saluran akan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan. Beliau juga menekankan bahwa dalam pekerjaan ini tidak terkena lahan warga sama sekali sehingaga tidak diperlukan adanya penggantian atau pembesaban lahan. Bahwa yang terjadi di lapangan yaitu warga membuat bangunan di Ruang Milik Jalan (RUMIJA) sehingga harus dibongkar untuk kepentingan umum.

Permasalahan terkait dengan tiang listrik , Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa telah ada koordinasi antara Kontraktor dan pihak PLN. Sesuai hasil investigasi yang dilakukan oleh kontraktor dan konsultan pada ruas paket pekerjaan jalan Kumbung – Kuripan khususnya di segmen 2 ini, tidak adanya tiang listrik yang perlu digeser. Penggeseran tiang listrik hanya terjadi di segmen 1 saja.

Beliau menekankan lagi bahwa bentuk partisipasi masyarakat yang dapat dilakukan yaitu membongkar bangunan yang dibangun di Ruang Milik Jalan (RUMIJA). Telebih kepada bangunan masyarakat yang mempunyai atap dan menjorok ke badan jalan, dimohon untuk dibongkar karena nantinya kana terkena alat berat pada saat pengerjaan berlangsung, setelah itu dapat dipasang kembali.