x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Rapat Bulan Agustus FLLAJ Kabupaten Lombok Barat

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat melaksanakan rapat rutin bulanan guna membahas aduan yang masuk selama satu bulan terakhir serta isu-isu besar ada pada bulan tersebut pula. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Januari 2018 ini diadakan di Sekretariat FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Rapat yang dimulai pada pukul 09.30 WITA ini dihadiri oleh anggota FLLAJ Kabupaten Lombok Barat yang terdiri dari instansi terkait lalu lintas dan jalan raya, akademisi, maupun masyarakat di Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, H. Suratman. Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan beberapa agenda rapat yang akan dibahas selama kurang lebih 2 jam ke depan. Selain pembahasan terkait dengan aduan selama 1 (satu) bulan terakhir, dalam rapat ini juga akan dilaksanakan expose daftar kerusakan jalan yang ada di Kabupaten Lombok Barat yang rusak akibat adanya bencana gempa bumi serta expose kegiatan koordinasi yang telah dilaksanakan oleh FLLAJ KLB terkait dengan pekerjaan jalan yang sedang berlangsung pada tahun 2018.

Agenda pertama yaitu expose daftar ruas jalan yang terjadi kerusakan akibat bencana gempa bumi yang terdapat di Kabupaten Lombok Barat. Pada kesempatan ini Kasubdit Perencanaan Pembangunan Bappeda Kabupaten Lombok Barat, Deni Arief Nugroho memaparkan 13 ruas jalan yang terjadi kerusakan akibat gempa bumi 7,0 SR yang melanda Pulau Lombok , Minggu 5 Agustus 2018 lalu.

Deni Arief menyampaikan bahwa daftar ruas jalan yang telah dserahkan ke Bappeda ini bersumber dari Bina Marga DPUTR Kabupaten Lombok Barat. tim Bina Marga bersama dengan Balai Jalan Nasional langsung turun guna menginventarisir jalan-jalan yang rusak. Beliau menyampaikan bahwa pihak Balai Jalan lebih banyak terkonsentrasi pada jalan yang putus. Dalam catatan Bina Marga, bencana gempa telah erusak ras jalan di Kekeri Terep sepanjang 31 meter, ruas jalan di Dasan Geria – Ketapang Orong sepanjang 48 meter, ruas jalan di Desa Golong sepanjang 101 meter, dan di Desa Mekar Sari sepanjang 29 meter. Kerusakan menurut data Bina Marga juga menimpa ruas jalan di Desa Bengkaung sepanjang 163 meter, Kebon Talo – Eat Mayang sepanjang 77 meter, Sayong – Jelaten sepanjang 58 meter, Sayong – Segerening sepanjang 21 meter, Lendang Re – Menjut sepanjang 332 meter, Lilir – Teluk Sepang sepanjang 134 meter, ruas jalan Belenncong – Gegutu sepanjang 467 meter, Karang Temu – Batu Rimba di Desa Batu Mekar sepanjang 51 meter, dan jalur Dopang – Guntur Macan sepanjang 17 meter.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat mengungkapkan bahwa data temuannya tentang kerusakan jalan di Midang dan jalur Lilir – Jeringo yang belum sempat beliau masukkan dalam daftar.

Deni Arif melanjutkan bahwa seluruh ruas jalan jika ditotal mencapai 1,529 meter belum termasuk jalan yang ada di Desa Midang dan Jalur antara Jeringo – Liir dengan perkiraan kerugian meinimal mencapai 2,09 milyar rupiah.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) FLLAJ Kabupaten Lombo Barat, IAO Suwati Sidemen menegaskan bahwa perkiraan tersebut  adalah nilai kerusaka, bukan nilai kerugian. Kalau-pun kerugian bisa menjadi bertambah besar karena hal tersebut belum termasuk dengan marka jalan serta fasilitas perlengkapan jalan lainnya.

Kabid Bina Marga menambahkan bahwa terdapat persoalan yang terjadi saat ini adalah sumber pembiayaan untuk memperbaikinya. Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) belum memasukkan ke dalam daftar kebutuhan, sedangkan Balai Jalan Nasional baru memasukkan 6 ruas dalam daftar penanganan. Tetapi, beliau menyampaikan bahwa pihak Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat telah memasukkan seluruh ruas jalan tersebut dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk penanganan pasca gempa. Beliau mengharapkan agar kerusakan jalan dapat ditindaklanjuti dan realisasi lebih cepat serta dana yang digunakan untuk perbaikan jalan dari Pemerintah Pusat turun lebih cepat.

Kepala Desa Midang yang juga menjadi anggota FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi pada ruas Belencong – Gegutu tersebut semakin parah akibat longsor yang terjadi pada tahun sebelumnya. Sebelumnya, kondisi tersebut sudah parah dikarenakan bencana longsor akibat hujan yang berekpanjangan dan saat ini ditambah dengan bencana gempa bumi. Kondisi saat ini, kerusakan pada ruas jalan tersebut hampir mengenai permukiman warga dan butuh penanganan segera.

Kepala Bidang Tata Kota Dinas Pemukiman Kabupaten Lombok Barat mengungkapkan bahwa terdapat 4 titik PJU yang berada di Kabupaten Lombok Barat rusak akibat gempa bumi. Kerusakan yang terjadi hanya kabel saja, tetapi pihak Dinas telah melakukan perbaikan segera. Dalam kesempatan ini pula beliau menyampaikan bahwa pintu gerbang Desa Midang harus segera dibongkar karena gempa yang mengakibatkan keretakan cukup parah. Beliau menginformasikan bahwa Disperkim Lombok Barat akan segera melakukan pembongkaran setelah datangnya alat berat dari Kabupaten Lombok Utara.

Agenda selanjutnya yaitu expose kegiatan koordinasi yang dipaparkan oleh Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat, Fathurrahman. FLLAJ Kabupaten Lombok Barat telah melaksanakan beberapa kegiatan koordinasi dengan kontraktor, konsultan supervise, masyarakat, serta pemilik utilitas pada saat pekerjaan infrastruktur jalan yang berlangsung di Kabupaten Lombok Barat tahun 2018.

Sebagai agenda terakhir, pengaduan yang telah dihimpun oleh Sekretariat FLLAJ Kabupaten Lombok Barat selama satu bulan terakhir disamapaikan oleh IAO Suwati Sidemen selaku Ketua Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan 6 buah pengaduan yang dihimpun dari berbagai media pengaduan yang telah disiapkan oleh FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Untuk setiap pengaduan telah dilakukan tindak lanjut oleh FLLAJ dan terdapat 2 buah pengaduan pula yang telah tuntas ditindaklanjuti secara fisik oleh dinas terkait.