Berita

Home / Berita

Sosialisasi FLLAJ Desa Midang

Aula Kantor Desa Midang merupakan lokasi kegiatan sosialisasi keberadaan FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat pada hari Rabu, 19 September 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang peserta yang terdiri dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta Kelompok Perempuan yang berada Di Desa Midang.  

Akhmad Saikhu selaku Ketua FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan sejarah terbentuknya FLLAJ sejak tahun 2012. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan FLLAJ merupakan amanat dari UU No. 22 Tahun 2009 sebagai waha koordinasi antar instansi penyelenggaran lalu lintas. “Tahun 2012, FLLAJ belum efektif. Keefektifan dimulai sejak tahun 2017 dengan keanggotaan yang kompleks yaitu 50% pemerintah dan 50% non pemerintah”, paparnya. Beliau memaparkan pula bahwa masyarakat dapat menerima aduan/keluhan/informasi terkait dengan lalu lintas dan jalan raya melalui media yang telah disediakan seperti Facebook, Twitter, Instagram, SMS center/Whatsapp,maupun dapat melalui pengaduan langsung ke Sekretariat di Jl. Soekarno Hatta – Gerung.

Menambahkan dari pemaparan sebelumnya, Fathurrahman selaku Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat mengharapkan kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan oleh FLLAJ di Desa Midang ini dapat disampaikan atau disalurkan kembali kepada warga lainnya. Sehingga, informasi keberadaan FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat dapat tersebar untuk semua lapisan masyarakat.

Perempuan dapat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur dalam menyampaikan keluhan/aduan/informasi melalui FLLAJ Kabupaten Lombok Barat terkait dengan jalan raya atau lalu lintas”-ujar Dayu Sidemen, Ketua Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, perempuan juga dapat berperan aktif dalam kegiatan konstruksi khusunya untuk konteks infrastruktur jalan. Apabila perempuan tidak dapat berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur, perempuan maupun disabilitas juga dapat mendukung kepada yang bekerja. Terkait aduan/keluhan, dalam data presentase yang telah dikumpulkan selama periode tahun 2017 hingga saat ini terlihat bahwa keterlibatan perempuan dalam memberikan aduan/keluhan hanya 7% saja. Beliau menjelaskan bahwa ada sesuatu yang dapat dirubah dan ada yang tidak. Dalam hal ini, jenis kelamin tidak dapat dirubah untuk bisa melakukan pekerjaan seperti halnya laki-laki tetapi dapat menggantikan status sosial dalam bekerja. Peran perempuan dalam bidang konstruksi untuk lingkup nasional semakin tahun semakin meningkat. Dulunya, keterlibatan perempuan hanya 13-15% saja tetapi saat ini berada di angka 30%. Peran aktif perempuan dan disbailitas yang dapat dilakukan dalam bidang konstruksi jalan yang paling sederhana yaitu sebagai peladen untuk melakukan pemotongan atau pembersihan rumput. Untuk pekerjaan ber-skill lainnya juga telah banyak disebutkan oleh beliau seperti pekerjan pengujian lab jalan, dsb. Dalam akhir penyampaiannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan pekerjaan untuk perempuan sudah mengalami peningkatan sehingga sudah saatnya perempuan maupun penyandang disabilitas dapat terlibat di dalamnya.

Dalam kegiatan ini, terdapat sesi tanya jawab dari peserta sosialisasi kepada narasumber yang ada. Beberapa masukan dari warga Desa Midang terkait dengan pengelolaan atau perencanaan jalan akan disamapaikan kepada dinas terkait untuk dapat dijadikan perhatian. Selanjutnya, pemasangan utilitas yang menggangu di jalan dan dikeluhkan oleh warga nantinya akan menjadi fokus pada tahap perencanaan gambar paket pekerjaan jalan pada tahun berikutnya. Sehingga penggalian aspal setelah pekerjaan infrastruktur jalan selesai tidak terjadi kembali seperti keluhan warga pada kegiatan ini.