Berita

Home / Berita

Rapat Bulanan FLLAJ Kab. Lobar September 2018

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat melaksanakan rapat rutin bulanan guna membahas aduan yang masuk selama satu bulan terakhir serta isu-isu besar ada pada bulan tersebut pula.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat selaku Ketua Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rapat bulanan kedua pasca gempa bumi yang melanda Lombok

Gita Maya selaku Tenaga Ahli FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan 12 buah pengaduan yang berkaitan dengan kerusakan jalan, permintaan pemindahan tiang Telkom dan PLN, serta keluhan warga terkait dengan pekerjaan jalan yang berlangsung di Kabupaten Lombok Barat. Untuk data pengaduan periode bulan September tahun 2018, terdapat 2 orang pengadu berjenis kelamin perempuan yang menyampaikan keluhan terkait dengan lalu lintas dan jalan raya di Kabupaten Lombok Barat.

Tanggapan terkait dengan kerusakan jalan di Dusun Limbungan Utara, Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari disamapaikan oleh Daud selaku staff pada Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa pengaduan terkait dengan kerusakan jalan di dusun trsebut akan diteruskan kepada Kepala Dinas PU Kabupaten Lombok Barat.

Arief Nurdhi selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Lombok Barat menambahkan bahwa dalam penangan pengaduan terkait dengan kerusakan ruas jalan terdapat pada dua tahap, yaitu:

  1. Status jalan ruas tersebut apakah masuk kewenangannya di desa, kabupaten, atau provinsi.

  2. Perlunya mengetahui status ruas jalan tersebut, berkaitan dengan pembiayannya. Bahwasannya apabila jalan tersebut kewenangannya ada di desa, maka Anggaran Dana Desa (ADD) dapat meng-cover penanganan kerusakan jalan tersebut.

Syaifullah selaku Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat menanggapi pengaduan masyarakat terkait dengan permintaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di Kebun Ayu, Gerung. Beliau menyampaikan bahwa sepanjang ruas tersebut telah dilakukan meterisasi. Terdapat kesulitan untuk pengaliran listrik dikarenakan akses untuk penempatan tiang yang berada di tengah kebun masyarakat.

Juanda selaku Kanit Dikyasa Polres Lombok Barat menyampaikan bahwa jalur bypass BIL II untuk wilayah Lombok Barat telah dilakukan beberapa cara untuk menekan angka kecelakaan, antara lain:

  1. Penindakan pelanggaran lalu lintas yang tidak berada di jalurnya.

  2. Bekerja sama dengan Satpol-PP untuk menertibkan Pedagan Kaki Lima (PKL) yang berada di bundaran Giri-Menang

Dalam kegiatan ini pula hadir perwakilan dari Polres Mataram, Putri Risma selaku Kanit Dikyasa Polres Mataram menambahkan bahwa Polres Mataram juga telah melakukan sosialisasi pula kepada masyarakat untuk mengikuti rambu lalu lintas yang telah terpasangn sepanjang jalan Bypas BIL. Hal ini dilakukan guna menekan angka kecelakaan yang ada di Bypass BIL. Beliau juga memberi masukan agar menambahkan marka jalan (gambar seeda motor) pada ruas bypass BIL II untuk penggunan lajur lambat R2 khususnya bagi yang buta huruf.

Terkait kemacetan di sekitar pasar Gunung Sari Ketua FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa permasalahan tersebut menjadi persoalan yang terus dikeluhkan khususnya pada jam-jam tertentu. APILL yang saat ini berada di simpang empat Gunungsari dirasa tidak efektif karena lebar badan jalan yang cukup sempit sehingga kondisi flashing saat ini diberlakukan. Terdapat wacana dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat bahwa akan adanya pemindahan lokasi Pasar Gunungsari. Relokasi pasar akan dilakukan di belakang Gelanggang Olahraga (GOR) Gunungsari. Pemda memikirkan bahwa hal ini akan menjadi solusi yang tepat agar tidak terjadi kembali kemacetan di depan Pasar Gunungsari.

Kepala Bidang Ops. Satpol-PP Kabupaten Lombok Barat menambahkan bahwa kondisi kemacetan semakin bertambah pasca gempa bumi yang melanda Lombok beberapa pekan lalu. Kondisi pasar yang rusak akibat gempa mengakibatkan pedagang banyak yang menjual dagangannya di parkiran sampai pada bahu jalan, sehingga kemacetan tidak dapat ditekan kembali. Beliau menyampaikan bahwa besok (Jumat, 28/9) akan dilakukan rapat koordinasi dengan Bapenda, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Lombok Barat. Disamping itu pula, pada kesempatan yang sama belau menyampaikan perlu penambahan ritme penegakan hukum kepada pelanggar lalu lintas yang berada di jalan Bypass BIL II. Karena hal ini berpengaruh tidak hanya pada keselamatan yang bersankutan saja teapi keselamatan pengguna jalan yang lain pula.