Berita

Home / Berita

Konsultasi Publik Pra Design Ruas Meninting-Midang (Sesela)

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat kembali mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Konsultasi Publik Pra-Design Rencana Perbaikan Jalan pada Ruas Meninting – Midang di Desa Sesela melalui dana hibah PRIM tahun 2019. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sesela ini dihadiri oleh Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat, Konsultan Perencana, serta warga desa Sesela yang terkena dampak akan adanya rencana perbaikan jalan ruas Meninting – Midang pada tahun 2019.

Desa Sesela merupakan salah satu desa pendidikan dan desa wisata (center kerajinan ukir dan cukli). Ruas Meninting-Midang sendiri belum pernah mendapatkan penanganan sejak 25 tahun lalu. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Desa Sesela dalam sambutannya pada pembukaan acara konsultasi publik tersebut.

Lebar aspal dalam standar jalan yang akan dibuat yaitu 4,5 meter dengan bahu dengan lebar 1 meter di kiri dan kanan serta saluran. Untuk kondisi eksisting ruas ini telah memenuhi persyaratan lebar aspal yaitu 4,5 meter. Bahu akan dibuat dengan rabat beton, serta pohon-pohon yang berada di bahu jalan akan di tebang. Terdapat titik tertentu yang akan disejajarkan antara saluran dan jalan.

Ditekankan oleh Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat bahwa siapa saja yang mendirikan bangunan diatas saluran meruapakn salah satu pelanggaran peraturan dan perlu dilakukan penertiban. Masyarakat diharapkan dapat menertibkan sendiri kios/bangunannya yang berada di bahu jalan. Hal tersebut berlaku pula untuk utilitas seperti pipa PDAM serta tiang-tiang yang berdiri di bahu jalan. Terkait utilitas FLLAJ Kabupaten Lombok Barat akan segera berkoordinasi bersama pemilik utilitas agar dapat dilakukan penanganan. Gapura Desa Sesela juga perlu diberikan penanganan agar memenuhi syarat. Hal tersebut dapat dicapai dengan dilakukan pergeseran Gapura.

Masalah masyarakat yang ditemukan yaitu terkait saluran yang kotor dan sering menyebabkan banjir. Terkait hal tersebut, dipaparkan oleh konsultan perencana bahwa paket pekerjaan yang ditawarkan ini akan melakukan normalisasi saluran untuk mebersihkan saluran dari sedimen yang mengganggu aliran air.

Winda selaku warga Desa Sesela menyampaikan bahwa perlu adanya pengawasan dari aparat desa sendiri terkait dengan batas lahan warga pada saat mendirikan bangunan.

Diharapkan pekerjaan jalan ini dapat terealisasikan dan bermanfaat bagi masyarakat.