Berita

Home / Berita

Konsultasi Publik Pra Design Ruas Meninting-Midang (Jatisela)

FLLAJ Kabupaten Lombok Barat kembali menginisiasi kegiatan sosialisasi dan konsultasi publik tahap pra-design rencana penanganan jalan ruas Meninting – Midang melalui dana hibah PRIM tahun 2019. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 22 Oktober 2018 serta bertempat di Aula Kantor Desa Jatisela.

Dalam konsutasi publik ini dipaparkan bahwa ruas meninting-midang akan direkomendasikan untuk dilakukan perbaikan jalan melalui dana PRIM untuk tahun 2019. Jalan ini melalui 3 desa dan merupakan jalur strategis karena menjadi sentra kerajinan dan seharusnya jalannya dapat menunjang hal tersebut agar perekonomian warga dapat meningkat.

Ahmad Arifin, seorang warga Ireng Lauk mempertegas bahwa dari hasil pemaparan terdapat perbaikan jalan bukan pelebaran. Artinya, tidak ada tanah atau pekarangan warga yang akan dijadikan bahu jalan, kecuali yang tidak mempunyai saluran.

Hal ini ditanggapi oleh Konsultan Perencana bahwa untuk lebar jalan 4,5 meter dengan bahu jalan kiri-kanan 1 meter dan saluran yang berada di kiri dan kanan. Berdasarkan hasil survey, secara teknis telah terpenuhi lebar 4,5 meter. Tetapi ada beberapa titik yang tidak mencapai 4,5 meter terlebih di perbatasan antara Sesela dan Jatisela. Di lahan persawahan juga cukup sempit tetapi membutuhkan saluran sehingga bagaimana nantinya pihak desa melakukan koordinasi dengan pemilik lahan. Tidak semua bangunan akan dilakukan penertiban, tetapi bangunan yang berada di atas saluran saja. Selain itu jalan yang akan dibangun memiliki standar yang tinggi lengkap dengan marka, rambu, dan ZOSS dan trotoar jika memungkinkan di areal SD. Segala macam utilitas seperti pohon dan tiang akan dikondisikan agar tidak menggangu bahu jalan yang nantinya akan digunakan oleh pejalan kaki.

Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa persayaratan dana hibah murni dari Pemerintah Australia untuk penanganan jalan yang akan di rencanakan pada ruas Meninting – Midang tahun 2019 ini antara lain:

  1. Telah aktifnya FLLAJ Kabupaten Lombok Barat sebagai wahana koordinasi antar instansi penyelenggara lalu lintas dengan komposisi keanggotaan yang ideal yaitu 50:50 pemerintah dan non pemerintah untuk menjamin independensi agar kepentingan masyarakat dapat terakomodir. Keanggotaan dari non pemerintah tersebut terdiri dari Organda, LSM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Kelompok Disabilitas, maupun IWAPI Kabupaten Lombok Barat.
  2. Perlu adanya partisipasi dan dukungan masyarakat dari tahap sebelum dan setelah perencanaan serta dalam pelaksanannya terlebih dalam pemanfaatannya.

Dari hasil rapat tersebut disepakati beberapa hal yang dituangkan dalam berita acara, antara lain:

  1. Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat bersedia menerima segala bentuk masukan/keluhan/informasi dari warga setempat,
  2. Masyarakat bersedia untuk mendukung dan berpartisipasi dalam pekerjaan jalan yang akan berlangsung di ruas Meninting – Midang,
  3. Konsultan Perencana bersedia untuk menerima dan mengkaji segala bentuk informasi maupun masukan dari warga setempat,
  4. Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat akan melakukan konsultasi publik lanjutan pada tahap design akhir, dan
  5. Segala bentuk bangunan yang berada di atas saluran atau badan jalan akan dilakukan penertiban oleh pelaksana pekerjaan jalan.