x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Konsultasi Publik Desain Ruas Gerung Bantir Desa Giri Tembesi

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Lombok Barat menginisiasi kegiatan Konsultasi Publik tahap desain untuk peningkatan jalan ruas Gerung – Bantir dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Januari 2019 bertempat di Aula Kantor Desa Giri Trembesi. Dalam kegiatan ini diisi oleh materi-materi yang dibawakan oleh Ketua FLLAJ Kabupaten Lombok Barat, Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat, serta Konsultan Perencana. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan serta usulan guna penyempurnaan desain ruas jalan Gerung-Bantir yang akan dilaksanakan pekerjaannya peningkatan jalan sepanjang 6,7 km ini melalui dana hibah PRIM Pemerintah Australia. Dalam kegiatan ini pula dihadiri oleh FLLAJ Provinsi Sulawesi Tenggara yang melihatn langsung jalannya konsultasi publik paket pekerjaan jalan ini dalam rangka pembelajaran untuk diimplementasikan di daerahnya sendiri nantinya.

Kepala Desa Giri Trembesi membuka acara dengan menyampaikan harapan besarnya terhadap pasrtisipasi warga Desa Giri Trembesi untuk ikut terlibat aktif dalam mengawasi selama pekerjaan berlangsung sehingga jalan dengan mutu baik sesuai dengan harapan bersama dapat terwujud. Disamping itu pula, beliau berpesan agar apabila terdapat pelebaran jalan dari kondisi sekarang dapat memberikan kerelaannnya guna kepentingan bersama.

Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan konsultasi publik yang diinisiasi oleh FLLAJ Kabupaten Lombok Barat dan telah dilaksanakan sekian kali pada ruas yang akan dilaksanakan peningkatan jalan di Kabupaten Lombok Barat khususnya pada program PRIM. Beliau menyampaikan pula bahwa sebelumnya telah dilakukan survey lapangan oleh Konsultasn Perencana, Dinas PU Kabupaten Lombok Barat, FLLAJ Kabupaten Lombok Barat, serta PIUC guna melihat kondisi riil di lapangan tetapi tentu saja masukan masyarakat sekitar yang mengetahui kondisi sehari-harinya sangat dibutuhkan pada tahap perencanaan ini. Beliau memastikan bahwa untuk ruas jalan yang dilewati pada Desa Giri Trembesi ini tidak ada lahan warga yang akan terkena dampak akan pekerjaan jalan ini. Namun nantinya pada saat pelaksanaan berlangsung apabila ada lahan warga yang terkena dampak agar dapat merelakannya sebagai bentuk wujud keterlibatan masyarakat dan dukungan terhadap pekerjaan jalan yang sedang berlangsung. Pembebasan lahan tidak diberlakukan dalam pekerjaan jalan ini karena memang tidak ada dalam penganggaran di Pemerintah Kabupaten Lombok.

Ketua FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan informasi terkait dengan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. FLLAJ Kabupaten Lombok Barat merupakan amanat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentnag Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 13 yang memuat tentang penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan dilakukan secara terkoordinasi. Fllaj sendiri aktif di Kabupaten Lombok Barat kembali aktif pada tahun 2017 dengan keanggotaan yang lebih terorganisir yaitu 50% unsur pemerintah dan 50% unsur non pemerintah. Beliau mengharapkan, warga Desa Giri Tembesi juga dapat memberikan kepeduliannya terhadap pekerjaan jalan yang akan berlangsung ini dengan ikut berpartisipasi dengan mengawasi langsung pada saat pelaksanannya.

Kepala Bidang Marga Kabupaten Lombok Barat, Akhmad Hambali menyampaikan bahwa pekerjaan ruans Gerung – Bantir merupakan pekerjaan peningkatan jalan melalui dana hibah Australias yaitu program PRIM. Pekerjaan ini akan dilakukan secara tepat waktu, tepat mutu, dan tepat nilai sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara besar oleh masyarakat Kabupaten Lombok Barat. Pekerjaan jalan ini akan terfokus pada keselamatan para pengguna jalan dengan kelengkapan rambu-rambu lalu lintas yang diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Konsultan Perencanan, Ibu Putu menjelaskan pekerjaan jalan ruas Gerung – Bantir yang akan dilaksanakan sepanjang 6,7 km bersamaan dengan penayangan video. Sehingga, memudahkan masyarakat dapat memberikan masukan secara langsung dengan melihat kondisi yang ada di lapangan pada video tersebut. Ibu Putu menjelaskan bahwa saluran yang dibangun akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan saat ini. Apabila tidak memungkinakn untuk dibuatkan saluran akan lebih baik untuk pembuatan saluran V. Kondisi di lapangan saat ini telah banyak saluran di sepanjang ruas ini. Namun, saluran tersbeut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga nantinya sangat diperlukan normalisasi saluran. Perbaikan aspal tidak dilakukan sepanjang 6,7 km ini tetapi hanya pada sta 0+000 hingga sta 3+000 dikarenakan kondisi yang ada di lapangan. Pada sta. Selanjunya kondisi jalan masih baik sehingga tidak diperlukan untuk dilakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh. Lahan-lahan sawah akan dilakukan pentaludan atau pemasanagan batu agar tidak tergerus yang dpaat membahayakan. Beliau menambahkan informasi pula bahwa di depan Sekolah Dasar (SD) akan dibuat Zona Selamat Sekolah (ZoSS) beserta dengan trotoar dan kelengpakan guiding block untuk penyandang disabilitas.

Wayan Subali selaku Kepala Dusun Lilin menyampaikan bahwa perlu adanya pelebaran jembatan di Desa Giri Trembesi ini karena kondisi saat ini jembatan sangat sempit sehingga rawan terjadi kecelakaan. Disamping itu pula beliau memberikan masukan perlu adanya cermin tikungan pada tikungan di dekat SDN Giri Trembesi tersebut. Kondisi saat ini, tembok SD tersebut cukup tinggi sehingga jarak pandang kendaraan yang berlawanan pada tikungan tersebut menjadi sangat terbatas sehingga sering atau rawan kecelakaan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa dala  pekerjaan jalan ini atau khususnya program peningkatan jalan PRIM tidak ada pekerjaan pelebaran jembatan. Pada jembatan tersebut dilakukan pemeliharaan saja. Akan tetapi, usulan dari Bapak Wayan Subali akan ditampung dalam perencanaan jembatan di Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat. Beliau pula menanggapi pada tikungan SD tersebut akan dilakukan pemotongan tembok menjadi 1,2 meter dari permukaan tanah sesuai dengan pertauran yang berlaku sehingga jarak pandang pengguna kendaraan bermotor tidak tergangu. Nantinya juga pada tikungan tersebut akan dilengkapi dengan cermin tikungan dengan harapannya dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas serta besar harapannya agar warga dapat ikut menjaga keberadaan cermin tikungan tersebut.

Kaharudin selaku warga desa Giri Trembesi menyampaikan bahwa perlu dipikirkan untuk kedalaman gorong-gorong sehingga dapat berfungsi dengan baik. Hal ini akan dituangkan ke dalam gambar desain oleh konsultan perencana.