x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Rapat FLLAJ Bulan Januari 2019

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Lombok Barat melaksanakan rapat bulanan pertama pada tahun 2019 Kamis, 31 Januari 2019 bertempat di Aula Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat pada pukul 09.00 WITA. Dalam kegiatan ini membahas 12 aduan/keluhan/informasi masyarakat yang terhimpun pada Bulan Desember tahun 2018 dan 13 untuk Bulan Januari 2019. Selain itu, agenda lainnya yaitu terkait dengan penertiban parkir yang berada di sisi jalan pada wilayah Kabupaten Lombok Barat serta persiapan survey utilitas yang akan dilaksanakan oleh FLLAJ Kabupaten Lombok Barat bersama dengan pemilik utilitas seperti PLN, Telkom, PDAM, serta terkait PJU dan penebangan pohon dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat sebelum pekerjaan infratsruktur jalan berlangsung di tahun 2019 ini.

Terkait dengan aduan yang terhimpun cukup banyak pada 2 bulan terakhir ini dikarenakan cuaca yang cukup ekstrem terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Barat beberapa pekan terakhir. Syaifullah selaku Kepala Bidang Tata Kota Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menanggapi beberapa aduan yang masuk, antara lain:

a.      Pengaduan terkait dengan pohon yang tumbang di daerah Senggigi sudah tuntas dilakukan pemangkasan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat

b.     Terdapat 314 pohon yang mati (1,9%), 1.841 buah pohon dengan kondisi miring (11,43%), dan 13.958 (86,67%) untuk pohon yang masih hidup.

c.      Penanganan untuk pohon masih dilakukan bertahap mengingat banyak pohon yang memerlukan penanganan.

d.     Terkait dengan permintaan pemasangan PJU di Kabupaten Lombok Barat, beliau menyampaikan bahwa diharakan pada tahun 2019 ini dapat menuntaskan meterisasi di 10 kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Barat. Terlebih PJU yang berada di ruas jalan BIL I maupun BIL II yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Barat akan dilakukan penggantian seluruhnya dikarenakan kondisi yang sudah dibawah standar. Beliau menyampaikan bahwa kendala yang ada saat ini terkait dengan PJU bahwa pembayaran yang cukup tinggi yang dibebankan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat. Hal ini disebabkan oleh penyambungan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Perlu diketahui bahwa pembayaran listrik untuk PJU saja sudah mencapai 1,3 milyar.

M. Husni selaku Kasi Pemeliharaan Teknis Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat menanggapi aduan/keluhan/informasi yang dihimpun oleh FLLAJ Kabupaten Lombok Barat yang ditujukan ke Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat, antara lain:

a.      Pengaduan terkait kerusakan jalan di ruas Bunian – Bengkaung telah diusulkan tetapi tidak masuk ke dalam prioritas penanganan jalan. Harapannya, semoga melalui hibah jalan nasional ruas ini dapat segera tertangani

b.     Kerusakan jalan di ruas Bangko-Bangko disampaikan bahwa perbaikannya telah dimasukkan dalam program penigkatan jalan Hibah Jalan Nasional, dan harapannya semoga segera terealisasikan.

c.      Tanah yang ambles pada jembatan simpang 5 patung koperasi, Gerung telah dilakukan tindaklanjut dan dapat dikatakan tuntas.

Terkait simpang 4 Bengkel mendapatkan tanggapan dari bebrapa pihak antara lain.

Akhmad Saikhu menyampaikan bahwa untuk kasus traffic light pada simpang empat Bengkel ini dapat dikatakan dilematis. Karena tundaan terjadi hanya pada jam-jam tertentu saja yaitu. Sehingga penerapan flashing seperti yang dilakukan pada saat ini merupakan pilihan yang tepat. Beliau juga meminta kepada Polsek Labuapi untuk turut serta dalam pengemanan pada jam-jam tertentu tersebut.

Dayu Sideman menambahkan bahwa gangguan geometrik jalan pada simpang empat Bengkel tersebut juga dipengaruhi oleh parkir kendaraan pada sisi jalan simpang tersebut. Disamping itu pula, perbedaan waktu interval pengoperasian merah, kuning, hijau pada masing-masing lengan menyebabkan kemacetan terjadi akibat dari ketidak-sabaran pengendara yang berada pada traffic light tersebut. Kemacetan pada simpang empat Bengkel tersebut dapat diminimalisir dengan berbagai cara, antara lain:

a.      Mengaktifkan traffic light

b.     Geometrik jalan dikoreksi

c.      Penambahan marka solid, walaupun hal ini agak sulit dalam penerapannya

d.     Membatasi jumlah kendaraan yang lewat, hal ini lebih sulit lagi

Amrul Jihad selaku Tokoh Agama Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa salah satu faktor kemacetan di simpang empat Bengkel dikarenakan terdapat beberapa fasilitas umum pada persimpangan tersebut seperti masjid, kantor desa, serta makam. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengamanan dari kepolisian pada waktu-waktu tertentu dengan berkoordinasi dengan kepala desa setempat guna mengurai kemacetan.

Ahmad Sofyan selaku Kapolsek Labupai menyampaikan bahwa memang pengoperasian flashing sudah tepat dilaksanakan pada persimpangan tersebut. Menjadi PR bagi Polsek Labuapi untuk menempatkan personil pada jam-jam tertentu tersebut dan akan diupayakan juga dibantu oleh Babhinkamtibmas setempat.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Barat menanggapi pengaduan terkait dengan sampah yang terjadi di Pasar Gunungsari dan Kediri. Belau menyampaikan bahwa DLH Kabupaten Lombok Barat mempunyai 20 mobil sampah yang tersebar di wilayah Kabupaten Lombok Barat.  Pengangkutan sampah dilakukan setiap hari dan masyarakat dihimbau untuk mengumpulkan sampah di satu tempat dan menginformasikan lokasinya kepada pengawas wilayah atau DLH Lobar.

Fajri Misrianthi selaku Aktivis Perlindungan Anak menyampaikan bahwa perlu adanya penanda terkait dengan pohon yang berpotensi akan tumbang terlebih yang berada di depan sekolah. Hal ini dapat menjadi peringatan bagi anak-anak dan perempuan yang melintas pada daerah tersebut sehingga dapat menghindarinya sebelum pemangkasan pohon dilakukan. Disamping itu pula, beliau menyampaikan bahwa sampah yang berada di Pasar Kediri banyak terjadi penumpukan terlebih pada hari pasaran dan hari libur santri yang bersekolah di sekitar pasar tersebut. Oleh karena itu, edukasi terkait dengan pembuangan sampah ditempatnya perlu ditingkatkan sehingga kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya dapat meningkat.

Beralih pada agenda selanjutnya yaitu terkait dengan rencana penertiban parkir pada sisi jalan. Fathurrahman menyampaikan bahwa pengusaha kendaraan seperti truk atau container seharusnya mempunyai pool sendiri untuk memakirkan kendaraannya. Dismaping itu pula UU Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan menyebutkan bahwa bahu jalan harus terbebas dari hambatan apapun. Sehingga ada atau tidaknya rambu larangan parkir tidak memperbolehkan kendaraan apapun memakirkan kendaraannya pada bahu jalan terkecuali dalam kondisi berhenti.

Penertiban parkir yang berada di sisi jalan terutama pada ruas Jalan raya Kediri dan Jalan TGH. Lopan, Labuapi tersebut ditanggpi oleh M. Taufik perwakilan DPP Organda NTB. Beliau menyampaikan bahwa hal ini disebabkan karna banyak pengusaha yang melupakan regulasi tersebut. Beliau menyampaikan bahwa Organda Provinsi NTB akan memberikan himbauan kepada pengusaha yanag tidak taat aturan seperti beberapa pengaduan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa diperlukan solusi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk hal ini seperti meneydiakan tempat parkir khusus kendaraan tersebut.

Rauh selaku Kepala Bidang Ops Sat-Pol PP Kabupaten Lombok barat menyampaikan bahwa pengusaha yang berani membuat usaha kendaraan tersebut seharusnya sudah siap dan memikirkan untuk lokasi parkir guna menempatkan kendaraannya.

Berkaitan dengan turun ke lapangan tersebut, Fathurrahman selaku Kepala Bidang sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat dan Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok menyetujui hal tersebut dan akan mengagendakannya pada minggu ke-2 bulan Februari tahun 2019.

Akhmad Saikhu menyampaikan bahwa solusi yang dapat dilakukan oleh Dinas Perhubungan kabupaten Lombok Barat guna meminimalisir parkir yang berada di sisi jalan tersebut yaitu berencana akan membuat terminal di Sigenter untuk didesain sebagai tempat parkir kendaraan besar yang menunggu untuk melakukan penyebrangan tersebut. Harapannya, rencana ini dapat didukung oleh Bappeda Kabupaten Lombok Barat agar segera terealisasikan.

Pada paket pekerjaan jalan PRIM tahun 2019 di Kabupaten Lombok Barat terdapat sejumlah utilitas yang harus segera dipindahkan sebelum pekerjaan dimulai, antara lain:

a.      Ruas Meninting – Midang

PLN               : 10 buah

Gardu             : 2 buah

Telkom          : 130 buah

PJU                : 5 buah

b.     Ruas Keru - Suranadi

PLN               : 7 buah

Gardu             : 2 buah

Telkom          : 25 buah

PJU                : 6 buah

c.      Ruas Gerung - Bantir

PLN               : 6 buah

d.     Ruas Dasan Tereng - Sembung

PLN               : 4 buah

Telkom          : 16 buah