x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Konsultasi Publik Tahap Pra-Konstruksi Paket 7 PRIM Ruas Dasan Geres - Buntage

Konsultasi publik tahap pra-konstruksi Paket PRIM di Kabupaten Lombok Barat tahun 2019 untuk ruas Dasan Geres – Buntage dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Maret 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi teknis kepada warga setempat yang berkaitan dengan pelaksanaan rehabilitasi jalan yang akan dilaksanan oleh PT. Kesawa Karya Abadi. Konsultasi publik yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tempos ini dihadiri oleh warga perwakilan Kelurahan Dasan Geres, Desa Tempos, dan Desa Giri Sasak yang terkena dampak akan pekerjaan jalan yang akan berlangsung selama 180 hari kalender yang dimulai dari 25 Februari hingga 23 Agustus 2019. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan perempuan, perwakilan PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Sekretaris Desa Tempos ebagai pembuka kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari konsultasi publik yang telah dilaksanakan sebelumnya pada tahap pra-design. Beliau menyampaikan kegiatan konsultasi publik ini sangat penting dengan tujuan bahwa agar masyarakat lebih memahami terkait dengan teknis pekerjaan jalan yang akan dilaksanakan dari Dasan Geres hingga Buntage.

Fathurrahman selaku Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini sangat penting untuk menerima masukan dari masyarakat agar kualitas pekerjaan baik sesuai dengan harapan bersama serta menginformasikan bahwa pekerjaan jalan akan dimulai. Beliau menyampaikan pula bahwa kontraktor PT. Kesawa Karya Abadi akan melaksanakan perbaikan pekerjaan jalan ruas Dasan Geres – Buntage dimulai dari tanggal 25 Februari hingga 23 Agustus 2019. Informasi terkait dengan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat disampaikan bahwa masyarakat dapat ikut mengawasi pekerjaan jalan yang berlangsung dan apabila ada keluhan/aduan/informasi terkait dengan pekerjaan jalan ataupun lalu lintas dan angkutran jalan dapat disamapaikan melalui media pengaduan yang telah disediakan seperti Facebook, Instagaram, SMS Center, ataupun pengaduan langsung yang dapat disampaikan ke Sekretariat FLLAJ Kabupaten Lombok Barat.

IAO Suwati Sideman selaku Ketua Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat memaparkan materi terkait dengan Social, Environment, Gender Equality and Social Inclusion (SEGESI). Beliau menyampaikan bahwa perempuan dapat terlibat aktif dalam pembangunan jalan untuk ikut bekerja atau terlibat secara pasif untuk mendukung pembangunan jalan. Beliau menyampaikan bahwa sebenarnya perempuan dapat terlibat aktif dalam pekerjaan jalan setelah penjenjangan sertifikasi tertentu dalam pembangunan jalan yang lebih mendalam. Tetapi, perempuan juga dapat terlibat aktif untuk ikut bekerja dalam pekerjaan pemeliharaan rutin atau pekerjaan yang tidak memiliki keahlian khusus (unskill) seperti perambasan rumput, pembersihan saluran, dsb. Beliau menyampaikan bahwa jalan yang akan dibangun pada ruas Dasan Geres – Buntage ini merupakan jalan yang berkeselamatan dengan kelengkapan rambu lalu lintas, marka jalan, serta ZoSS (Zona Selamat Sekolah) yang diletakkan di depan SD guna memberikan rasa aman kepada anak sekolah pada saat masuk atau pulang sekolah. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dilengkapi dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar akibat adanya pekerjaan jalan.

Hadi Suwasono selaku perwakilan PIUC menyampaikan gambaran singkat terkait program hibah PRIM. Program hibah ini telah dimulai sejak tahun 2013 namun di tahun tersebut berlangsung di jalan provinsi, baru sejak tahun 2017 masuk ke jalan kabupaten. Program PRIM telah terlaksana di 28 paket di Provinsi NTB. Mekanisme pencairan hibah PRIM atau syarat penyaluran dana hibah dari Pemerintah Australia yaitu didanai 100% oleh APBD Kabupaten Lombok Barat terlebih dahulu, setelah itu dinilai atau verifikasi oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Apabila jalan yang telah dilakukan perbaikan tersebut telah memenuhi syarat yang ditetapkan maka akan diganti sebesar-besarnya 40% dari dana yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bagimana agar proyek ini sukses yaitu antara lain:

a.       Lebar aspal atau badan jalan yaitu 3,5 meter yang dilengkapi dengan bahu jalan pada kiri dan kanan selebar 1 meter dan saluran;

b.      Serta syarat yang sangat penting yaitu dukungan masyarakat setempat. Oleh karena itu, kegiatan konsultasi publik ini dilaksanakan untuk mendapat dukung masyarakat guna menyukseskan kegiatan peningkatan jalan ruas Meninting – Midang.

Beliau menyampaikan keuntungan apabila jalan yang telah diperbaiki:

a.       Jalan bagus, lancar, dan berkeselamatan

b.      Bisnsi akan semakin pesat

c.       Aset akan melambung harganya

d.      Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat akan meningkatkan Sumber Daya.

Pada akhir pemaparannya, beliau mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan perbaikan jalan ini agar sesuai dengan harapan dan kepentingan bersama.

Konsultan Supervisi yang diwakili oleh Site Engineer CV. Citra Adi Daya Konsultan memaparkan informasi teknis yang berkaitan dengan ruas jalan Dasan Geres – Buntage. Beliau menyampaikan bahwa pekerjaan jalan ruas Dasan Geres – Buntage telah terkontrak sejak tanggal 25 Februari hingga 23 Agustus 2019 yang akan dikerjakan oleh PT. Kesawa Karya Abadi selaku Kontraktor Paket 7 PRIM tahun 2019. Selain pekerjaan rehabilitasi pada ruas Dasan Geres – Buntage, paket 7 ini juga akan mengerjakan pekerjaan backlog minor works dan pemeliharaan rutin pada ruas Perendekan – Bantir; Kr. Anyar – Rean; Aik Ampat – Menang; Lemokek – Aik Ampat; Lemokek – Kr. Langko; Kuranji Dalang – Poh Dodol; Kuripan – Tempos; Lemokek – Bangket Bawak; dan Aik Ampat – Tanjung Gunung. Beliau memaparkan lingkup pekerjaan rehabilitasi yaitu widening, raising, HRS-Base, HRS-WC, patching dan rekonstruksi, pekerjaan bahu jalan, dan pekerjaan perlengkapan jalan. Untuk lingkup pekerjaan backlog minopr and works seperti pengembalian kondisi perkerasan, pengembalian kondisi bahu jalan, pengembalian kondisi selekon, pengembalian kondisi perlengkapan jalan, dan pengembalian kondisi jembatan. Sedangkan lingkup pekerjaan pemeliharaan rutin yaitu pemeliharaan rutin perkerasan, pemeliharaan rutin bahu jalan, pemeliharaan rutin selokan, pemeliharaan rutin perlengkapan jalan, dan pemeliharaan rutin jembatan. Konsultan Supervisi memaparkan teknis jalan tersebut dengan jelas dan baik yang didukung pula dengan penayanang video ruas jalan Dasan Geres – Buntage dari sta 0+000 hingga sta. akhir.

Hamdani, Desa Giri Sasak menyampaikan harapannya agar masyarakat setempat yang mempunyai potensi dapat terlibat bekerja pada pekerjaan jalan yang akan berlangsung ini. Disamping itu pula, material seperti batu pecah dapat dipergunakan dari wilayah setempat.

Hadi Suwasono menanggapai bahwa pada pekerjaan ini boleh saja menggunakan tenaga lokal yang sesuai dengan keahliannya. Tetapi, dalam pemenuhan material pekerjaan jalan ini tidak dapat di-sub-kan dari material lokal. Karena, pekerjaan jalan pada program ini sangat mengedepankan kualitas. Segala bentuk material sebelumnya telah dilakukan pengecakan terlebih dahulu yang sangat ketat oleh pengawas.

Baiq Sri Sulihin selaku perwakilan perempuan Desa Tempos menyampaikan bahwa pemilik proyek perlu memikirkan bagaimana pengoperasian pasar dadakan yang berada di Desa Tempos pada saat pekerjaan jalan berlangsung. Beliau mengharapkan adanya koordinasi dan mencarikan solusi akan hal tersebut dari pihak desa maupun kontraktor sehingga aktivitas ibu-ibu pasar tetap berjalan.