x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Rapat Bulan Mei FLLAJ Kabupaten Lombok Barat 2019

Forum Lalu Lintas dan Angkutan jalan Kabupaten Lombok Barat menyelenggarakan rapat bulan Mei tahun 2019 pada tanggal 28 Mei 2019. Pada rapat yang dilaksanakan di Aula Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat ini dihadiri oleh seluruh anggota FLLAJ Kabupaten Lombok Barat yang terdiri dari stake holder terkait, akademisi, organisasi perempuan, organisasi penyandang disabilitas, pemilik utilitas (PLN, Telkom, PDAM), serta tokoh masyarakat dan agama lainnya.

Akhmad Saikhu selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat sekaligus Ketua FLLAJ Kabupaten Lombok Barat pada pembukaannya menyampaikan bahwa setiap tahun keanggotaan FLLAJ direvisi untuk memaksimalkan kerja FLLAJ sendiri. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan gambaran bahwa tahun 2018 dan 2019, FLLAJ Kabupaten Lombok telah melaksanakan konsultasi publik pada setiap paket pekerjaan jalan yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Konsultasi publik tersebut bertujuan untuk menerima informasi dan saran dari masyarakat yang akan terkena dampak pada pekerjaan jalan tersebut. Harapannya, pada saat pekerjaan konstruksi jalan tersebut berlangsung dapat berjalan dengan lancar dengan informasi yang diterima dari masyarakat.

Ketua Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat memberikan informasi sekilas terkait dengan FLLAJ yang telah berjalan secara efektif sejak tahun 2017 di Kabupaten Lombok Barat. Informasi tersebut ditujukan kepada anggota FLLAJ Kabupaten Lombok Barat yang baru bergabung keanggotaan di tahun 2019 ini.

Gita Maya selaku Tenaga Ahli Jalan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan 23 buah pengaduan yang telah dihimpun oleh Sekretariat FLLAJ Kabupaten Lombok Barat selama periode bulan Mei 2019. Dalam pengaduan tersebut, terdapat 21 pengadu dengan jenis kelamin laki-laki, 1 orang jenis kelamin perempuan, sementara sisanya tidak terdefinisi.

Penyampaian aduan tersebut langsung diberikan tanggapan oleh perwakilan dari stake holder  dinas terkait, sehingga harapannya dapat segera di tindak lanjuti. Pengaduan berulang masyarakat terkait dengan longsornya hingga menyebabkan nyaris terputusnya jalan pada ruas Long-Longan – Lendar Re dan Pakuan, Sesaot ditanggapi langsung oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa telah dilakukan pengusulan dana dan didapatkan dari dinas BPBD untuk dua lokasi yaitu pakuan dan long-longan. Kondisi di long-longan dan pakuan memiliki anggaran terkait penanganan aduan tersebut dan sekarang sedang dalam proses penanganan dan pakuan menjadi prioritas oleh bupati untuk penanganannya. Mengingat permasalahan begitu besar akan dilakukan penanganan darurat agar dapat dilalui. Untuk pakuan minggu ini akan cepat diselesaikan.

Sementara itu, perwakilan Dinas PUTR yaitu Hambali selaku Kepala Bidang Bina Marga menyampaikan akan mengusulkan ke Pemda untuk penanganan sepenuhnya untuk dua ruas tersebut

Pengaduan masyarakat yang berulang pula terkait dengan kerusakan jalan pada ruas penanganan PRIM tahun 2018 yaitu Sayang Sayang – Gunungsari ditanggapi kembali oleh Hambali. Beliau menyampaikan bahwa kontraktor akan menunggu produksi hotmix. Akan dilakukan bersurat dari PUTR ke penanggungjawab. Jika tidak berjalan akan dianggarkan melalui pemeliharaan jalan.

Sahabudin selaku perwakilan PRIM–PIUC menyampaikan bahwa perlu adanya investigasi utilitas karena kemungkinan adanya pipa PDAM di bawahnya sehingga mempengaruhi kualitas aspal diatasnya. Perlu lebih sering dilakukan koordinasi bersama pemilik utilitas agar terjadi share informasi terkait lokasi dan penanganan utilitas sebelum pekerjaan dimulai.

Fathurrahman selaku Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menambahkan bahwa FLLAJ Telah menginisiasi koordinasi langsung bersama pemilik utilitas dan mengajak pemilik utilitas sebagai anggota forum dan mengajak agar tidak terjadi permasalahan baik dari sisi jalan maupun menghindari kerusakan utilitas.

Disamping itu, dalam rapat ini dihadiri oleh perwakilan PDAM. Beliau menanggapi terkait aduan kerusakan jalan yang terjadi di ruas Sayang Sayang – Gunungsari ini yang diperkarai oleh adanya kebocoran pipa di badan jalan. Beliau menyampaika pada ruas ini belum bisa dikerjakan karena banyak material pasir dari masyarakat. Terkait pipa yang ditanam hanya pada kedalama 20cm saja itu karena dikerjakan oleh pihak ketiga.

Sahabudin dari PRIM-PIUC menyampaikan dalam paket PRIM banyak ditemukan utilitas dibawah standar dengan penanaman kurang dari 1,5 m (secara standar yaitu dengan kedalaman 1,5m merujuk undang-undang) dan untuk diatas jalan yaitu 5 meter. Perlu adanya pengawasan pihak ketiga yang lebih baik lagi.  Merupakan tanggung jawab semua stakeholder untuk memlihara asset daerah yang ada. Robijono- terkait kondisi utilitas dilapangan banyak sekali terjadi permasalahan. Terkait PDAM kebanyakan setengah meter sampai satu meter kedalamannya. Hal ini merupakan alasan untuk dibuat tim koordinasi yang khusus menangani permasalahan tersebut.  Tim koordinasi tersebut sebaiknya merupakan anggota tetap. Hal ini demi mengatasi permaslahan perbedaan waktu pekerjaan masing-masing stakeholder untuk dapat dilaaksanakan dengan baik. Meelihat hal-hal yang terjadi sebelumnya yaitu terjadinya kerusakan utilitas saat pekerjaan berlangsung. Perlu adanya satu standard dari PUTR untuk jalan kabupaten terkait RUMIJA.

Hambali menyampaikan bahwa melalui paket PRIM mulai dilakukan implementasi Standar yang ada. PUTR Merasa terbantu dengan adanya Forum LLAJ karena lebih mudah dalam melakukan pengawasan maupun penanganan permasalahan yang ditemukan dalam Paket Pekerjaan Jalan. Terkait personil tetap merupakan perwujudan dari Forum LLAJ dan sebelum pekerjaan dimulai telah dilakukan koordinasi bersama pemilik utilitas.

Pengaduan masyarakat terkait sampah dengan jumlahnya yang sudah cukup banyak hingga meluap ke badan jalan ditanggapi oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengumpulkan sampah tersebut agar segera diangkut oleh DLH.

Kades Sesela menanggapi terkait penumpukan sampah sudah sering diupayakan untuk pembuangannya. Namun belum adanya upaya untuk pembersihan. Belum adanya pengangkutan sudah 6 bulan. Dimohon untuk diangkut sekali seminggu. Terkait pohon perlu di berikan penanganan. Karena hasil pemotongan pohon menutupi irigasi dan menyebabkan kebanjiran di jalan. Hal ini dilakukan secara swadaya oleh kades dan  masyarakat. Hal ini di sekitar jalur sesela. Perkim- Terkait Pohon telah dilakukan komunikasi bersama kades. Terjadi kesulitan karena padatnya jalur dan masyarakat yang sedang  melakukan perbaikan rumah akibat gempa. Masyarakat sekitar yang telah mengajukan permintaan hasil tebangan mohon segera mengangkut agar tidak mengganggu lalu lintas. DLH- Jati sela,sesela, dan meninting akan dilakukan rolling pengawas. Dari pihak DLH akan berkoordinasi langsung agar bisa diangkut hari ini. Keterbatasannya pemerintah perlu dibantu dari pihak desa.

Permintaan pengadaan traffic light pada simpang empat Gunung Sari ditanggapi oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat. Jalur tersebut merupakan kewenangnan provinsi dan akan dikoordinasikan kepada Dishub Provinsi.

Syaifullah selaku Kepala Bidang Tata Kota Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat menyampaikan terkait PJU sampai hari ini belum mampu melayani permaslahan secara keseluruhan. Dari bundaran dasan geres hingga babussalam sudah menyala namun selanjutnya masih belum berfungsi. Di sekitar kuripan tidak dipasang untuk meminimalisir pembayaran PJU yang mencaai 20 milyar per tahun. Mulai dilakukan koordinasi dengan PLN guna mengurangi biaya yang ada. Saat ini tengah dalam proses kerjasama pemda bersama BUMN.  Diharapkan akan menyala 9000 titik lampu di Lombok barat dapat diaktifkan kembali dengan target 15000 titik. Diharapkan masyarakat dapat bersabar. Akan dicek pengaduan tersebut apakah sudah terdapat KWH di PJU tersebut terkait apakah dapat dikerjakan atau ditunda pengerjaannya. Sementara itu terkait dengan pengaduan pohon yang tumbang, beliau menyampaikan pohon kering itu 314 pohon di Lombok barat dan telah dilakukan sekitar seratus pohon. Karena memang tidak ada anggaran untuk pemotongan mengingat seharusnya dilakukan penanaman pohon bukan penebangan. Keterbatasan prasarana menjadi alasan utama.

Setelah keseluruhan pengaduan dibahas oleh stake holder terkait, dilanjutkan oleh ekspose perkembangan aplikasi Pelaporan masyarakat (Pelor Mas) oleh Imam selaku Tenaga Ahli IT FLLAJ Kabupaten Lombok Barat.