x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Pembahasan Sampah dalam Rapat Bulan Juli 2019

Berdasarkan agenda rutin bulanan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat untuk membahas aduan/keluhan/informasi terkait lalu lintas dan angkutan jalan yang telah terhimpun selama 1 (satu) bulan terakhir, dilaksanakan rapat bulanan FLLAJ pada hari Senin, 29 Juli 2019 beretmpat di Aula Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota dari FLLAJ

Sebagai pembuka, PLH Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menyampaikan beberapa kegiatan terakhir dari FLLAJ. Kegiatan lebih banyak terfokuskan pada sosialisasi sampah yang dilaksnakan pada desa-desa di Kabupaten Lombok Barat. Hal ini merupakan tindaklanjut dari FLLAJ Kabupaten Lombok Barat terkait dengan hasil verifikasi tahap 2 untuk pekerjaan fisik. Dalam hasil verfikasi tersebut menemukan sampah atau kotoran yang berasal dari warga sekitar di depan pekarangan dan saluran depan rumah mereka sendiri. Oleh karena itu, FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menginisiasi untuk mensosialisasikan bagaimana penanganan sampah yang baik dan benar.

Imam Arief Putrajaya menyampaikan 12 buah pengaduan yang telah terhimpun oleh FLLAJ selama bulan Juli 2019. Secara keseluruhan banyak terdapat pengaduan berulang dari bulan sebelumnya dikarenakan belum mendapat tindak lanjut dari dinas teknsi terkait.

Pengaduan terkait dengan sampah disampaikan oleh PLH Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan perihal sampah yang berada di jalan raya Labuapi bahwasannya didaerah tersebut tidak memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Terdapat kesulitan lahan dalam penempatan TPS di lokasi tersebut dikarenakan dekat dengan pemukiman warga. Oleh karena itu, hingga saat ini TPS belum diadakan di daerah Labuapi. Namun, tindak lanjut telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup yaitu dengan pengangkutan secara ruti menggunakan 2 (dua) armada.

Fathurrahman selaku Sekretaris FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa pada pertemuan selanjutnya FLLAJ akan lebih baik menghadirkan pengembang perumahan untuk membahas terkait sampah yang berada di daerah mereka.

Robijo selaku Pengamat Jalan menyampaikan masukan kembali kepada DLH untuk menghimbau setiap desa yang ada di Kabupaten Lombok Barat agar memilih satu lokasi atau titik yang digunakan sebagai TPS. Setelah adanya lokasi tersebut, DLH mengusulkan kepada Bagian Aset untuk melakukan pembebsana lahan.

Ibu Rita selaku perwakilan IWAPI menyampaikan permasalahan sampah telah membuat kapal pesiar dari luar negeri batal untuk berlabuh di Lombok. Pelabuhan Lembar sebagai ‘welcome gate’ dinilai sangat kotor dan wilayah Lombok lainnya penuh dengan sampah. Oleh karena kejadian tersebut, beliau menyampaikan bahwa Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Lombok Barat saat ini sedang merancang program sosialisasi pengelolaan sampah. Harapannya kegiatan ini dapat meneingkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Ahkam selaku Kabag Humas menyampaikan bahwa penanganan sampah menjadi visi misi Bupati Lombok Barat tahun 2019-2024. Beliau memberikan masukan agar FLLAJ dapat mendorong keluhan-keluhan terkait dengan sampah ini hingga ke DPR sehingga masuk dan menjadi pokok pikiran DPR.

Pengaduan terkait dengan permintaan penebangan pohon disampikan oleh Syaifullah selaku Kepala Bidang Tata Kota Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan aduan yang masuk ke FLLAJ tentang penebangan pohon ada yang besiafat segera dan ada yang tidak. Perkim sendiri mempunyai data 314 pohon yang mati yang harus segera di lakukan penebangan. Disamping itu pula terdapat 1800 pohon yang sudah miring dan hamper tumbang. Kekurangan sarana dan prasarana menjadi kendala Perkim untuk merealisasikan semua aduan terkait dengan pohn tersebut. Terdapat 3 jenis pohon yang tidak aman yaitu trembesi, flamboyant, dan sengon laut.

Pengaduan terkait dengan lepasnya beberapa baut yang berada di guardrail ruas Bypass BIL I ditanggapi oleh Fathurrahman. Beliau menyampaikan kelengkapan keselamatan jalan tersebut merupakan kewajiban dari Balai Jalan Nasional. Ditambahkan oleh Syaifullah bahwa pengaduan ini telah dikoordinasikan ke Balai dan akan ditindak lanjuti pada tahun ini. Beliau menambahkan agar dari pihak kepolisan dapat melakukan pengawasan terhadap hal seperti itu.

Juanda menanggapi bahwa tetap dilaksanakan patroli terutama di malam hari. melihat dari posisi tersebut perlu adanya pengawasan khusus. Terkait hal tersebut perlu adanya laporan dari masyarakat terkait waktu rawan kejadian pengrusakan dengan nomor pelaporan 681110 atau mendekati pos terdekat.

Parkir di simpah tiga Kediri kembali muncul pengaduannya. Kabid Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menyampaikan sudah dilakukan penertiban terkait pengaduan tersebut. Hal ini juga sudah di koordinasikan dengan bagian perparkiran.

IAO Suwati Sideman menambahkan bahwa kewajiban 30% lahan parkir dari total bangunan perlu dievaluasi kembali apakah sudah diimplementasikan dengan baik. Rest area perlu di bangun di sekitar daerah tersebut untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. dinas perhubungan akan berkoordinasi dengan aset daerah terkait hal tersebut.

Rita Susanti menanggapi bahwa parkir liar serupa sering juga terjadi di daerah Lembar dikarenakan adanya keterlambatan kapal. Hal ini ditanggapi oleh Dinas Perhubungan bahwa tahun depan dinas perhubungan akan mengusulkan lahan parkir di daerah tersebut.