x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Ekspose Hasil KRMS Rencana Penanganan Jalan Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020

Sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan oleh Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat, FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menghadiri kegiatan pembahasan Kabupaten Road Maintanance System (KRMS) rencana penanganan jalan tahun 2020. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 6 September 2019 di Aula Bappeda Kabupaten Lombok Barat ini juga dihadiri oleh perwakilan Inspektorat Kabupaten Lombok Barat dan PIUC.

Adapun tujuan dari kegiatan ini bahwa Hasil KRMS  2019 sebagai dasar Usulan Program Tahun Anggaran 2020 telah tersedia serta telah dikonsultasikan dengan Bappeda dan FLLAJ. Hasil  KRMS tersebut dipublikasikan di  website  resmi Pemerintah  Kabupaten Lombok Barat dan FLLAJ. Disamping itu pula, hasil KRMS ini pula telah disepakati oleh Bappeda untuk dilakukan penganggaran pada tahun 2020.

Hambali selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa ekspose yang dilakukan ini sebagai usulan rencana penanganan jalan tahun 2020. Bidang Bina Marga telah melakukan survey kondisi tahun 2019 dan harga satuan 2019. Setelah itu dilakukan pemetaan dengan memasukkan unconstraint budget dan dimasukkan ke dalam program. Kemudian, pemaketan dilakukan berdasarkan data teknis (PRIM), desk DAK, dan hasil Musrenbang (DAU) serta anggaran dari setiap ruas yang akan dilakukan penanganan.

Syaiful selaku staff perencanaan bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa lingkup pekerjaan untuk setiap ruas pada rencanan penanganan jalan tahun 2020 yaitu rehabilitasi, pemeliharaan berkala, backlog and minor work (BMW), holding treatment (HT), dan pemeliharaan rutin. Selanjutnya, beliau memaparkan ruas-ruas rencana penanganan jalan tahun 2020 untuk paket Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah sebagai berikut:

Paket

Nama Ruas

Panjang Penanganan

Total Biaya Penanganan

Kondisi Eksisting

P1 DAU

Keru - Sesaot

14,2 km

37,88 Milyar

  • Lebar badan jalan 3,5 meter
  • Terdapat lokasi galian c

P2 DAU

Eat Mayang - Jelateng

2,7 km

5,3 Milyar

  • Kondisi jalan tanah dengan lebar 4,5 meter
  • Sebagian jalan yang telah di hotmix memiliki lebar jalan 3,5 meter

P3 DAU

Pengawisan – Lendang Gaur

7,5 km

13,89 Milyar

Kondisi jalan dengan lebar badan jalan 3,5 meter

P4 DAU

Endut - Lingsar

2,6 km

4,6 Milyar

Kerusakan aspal jalan sepanjang 1 km

P5 DAU

Rumak – Dasan Baru

1,6 km

5,3 Milyar

Jalan tanah

P1 DAK

Pelangan – Labuan Poh

9,3 km

15,1 Milyar

Lebar badan jalan bervariasi dari 4 meter, 3,5 meter, dan 3 meter

P2 DAK

Duduk - Blambang

1,5 km

4,98 Milyar

Masih adanya sengketa lahan

P3 DAK

Lendang Aus Timur – Aik Mual - Garuda

8,2 km

34,45 Milyar

  • Kondisi jalan tanah dengan lebar 5 – 8 meter.
  • Kondisi jalan pegunungan

Arief Nuradhi selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Wilayah Bappeda Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa di beberapa ruas yang telah dipaparkan tersebut terdapat beberapa permasalahan sosial yang cukup krusial. Diperlukan konsultasi publik pra-usulan dari FLLAJ Kabupaten Lombok Barat untuk meminimalisir hal tersebut. Beliau memberikan masukan untuk di ruas Keru – Sesaot, FLLAJ perlu melakukan rapat teknis dengan Dinas Pertambangan Provinsi berserta dengan Kepala Desa Keru, Sedau, Lembah Sempage, dan Pakuan untuk membahas terkait dengan lokasi galian c di desa Sedau. Permasalahan galian c tersebut harus terselesaikan mengingat hal tersebut yang menyebabkan kerusakan jalan yang cukup berat pada ruas Keru – Sesaot. Disamping itu pula beliau menyampaikan terkait dengan ruas Duduk – Blambang yang berada di Kecamatan Batu Layar, pada hari Jumat yang akan datang (13/9) Bappeda akan menyelenggarakan rapat teknis dengan Camat Batu Layar terkait dengan permasalahan lahan pada ruas tersebut. Permasalahan atau sengketa lahan ini harus segera dicarikan solusinya segera sehingga pekerjaan penanganan jalan pada ruas ini tidak terjadi hambatan di kemudian hari.

Kasmiati selaku perwakilan PIUC menyampaikan bahwa melihat pengalaman yang dihadapi pada saat pekerjaan jalan tahun 2019 ini, permasalahan isu sosial dan lingkungan sangat tinggi. Sehingga perlu adanya publikasi yang baik melalui konsultasi publik yang akan dilaksanakan oleh FLLAJ Kabupaten Lombok Barat.

Rezha Fryanka selaku Road Safety Enginner PIUC menyampaikan bahwa pengalokasian 5% dari seluruh total anggaran pekerjaan per-ruas penangan jalan untuk road safety diharapkan dapat diserap dengan baik serta dapat mengikuti praktik baik selama program PRIM berjalan di Kabupaten Lombok Barat.

Husni selaku Kasi Pemeliharaan Jalan Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat menyamapikan bahwa butuh adanya pemikiran ke depan dalam membantu Dinas PUTR Kabupaten Lombok dalam menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat melalui FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Harapannya, setelah berakhirnya PRIM di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2019 ini Bappeda tetap mengadakan penganggaran untuk keberadaan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat.