x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Rapat Bulan Oktober 2019

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat kembali menyelenggarakan rapat bulan Oktober 2019. Kegiatan rutin tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Oktober 2019 bertempat di Ruang Sekretariat FLLAJ Kabupaten Lombok Barat ini dihadiri oleh anggota FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Dalam bulan ini terdapat dua agenda utama yaitu pembahasan aduan/keluhan/informasi masyarakat terkait dengan lalu lintas dan angkutan jalan bulan Oktober hingga pelaksanaan rapat. Disamping itu, agenda lainnya yaitu berkaitan dengan serah terima tugas monitoring dan evaluasi pemasangan road safety dari PRIM PIUC ke FLLAJ Kabupaten Lombok Barat.

Sebagai pembuka, Akhmad Saikhu selaku Ketua FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan selama Bulan Oktober 2019 jumlah pengaduan dari masyarakat sebanyak 9 aduan. Namun, apabila diakumulasi dari bulan Januari tahun 2019 telah terhimpun 137 pengaduan. Jumlah tersebut lebih banyak dari total aduan pada tahun 2018 yang mencapai 118 aduan. Beliau menyampaikan pula bahwa FLLAJ Kabupaten Lombok Barat mendapat apresiasi undangan konferensi internasional CoST (Construction Sector Transparancy) sekaligus menjadi satu-satunya kabupaten sebagai wakil dari Indonesia untuk menghadirinya. Beliau menyampaikan bahwa CoST tersebut merupakan suatu hal yang mengeksiskan keberadaan FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat. Pada website FLLAJ Kabupaten Lombok Barat sejak tahun 2017 telah ditampilkan 40 mata data terkait dengan pekerjaan jalan yang ada di Kabupaten Lombok Barat untuk semua paket APBD. Sehingga, masyarakat dengan luas dapat mengakses keterbukaan data tersebut dan memberikan masukan terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung. Disamping itu, beliau menyampaikan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh FLLAJ Kabupaten Lombok Barat yaitu Konsultasi Publik dimana kegiatan tersebut dimulai dari sebelum pekerjaan dimulai hingga pelaksanaan pekerjaan berakhir untuk semua Paket APBD di Kabupaten Lombok Barat.

Gita Maya selaku Tenaga Ahli Jalan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat menyampaikan 9 buah aduan/keluhan/informasi masyarakat terkait dengan lalu lintas dan angkutan jalan pada bulan Oktober 2019.

Pengaduan pertama terkait dengan parkir yang berada di Montong Are, Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilakukan sosialisasi atau penertiban terhadap parkir yang berada di Desa Montong Are. Beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa solusi bahwa Kepala Desa akan menyiapkan lahan parkir. Dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat akan memberikan solusi lain yaitu menyiapkan ruang parkir di Lembar, Segenter. Harapannya, dengan solusi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tersebut dapat meminimalisir keberadaan parkir liar untuk truk.

Akhmad Saikhu menyampaikan agar tindakan harus tetap dilakukan untuk parkir truk tersebut. Pada dasarnya, terdapat beberapa kendala yang salah satunya berkaitan dengan kurangnya ruang parkir. Pengusaha yang memiliki angkutan truk semestinya harus memiliki gudang atau ruang parkir sendiri untuk menempatkan truknya.

Robijono menyampaikan terkait dengan pengaduan parkir ini dengan melihat hal yang terjadi di Bali. Disana terlihat bahwa masyarakat sendiri memiliki ruang parkir khusus untuk menempatkan angkutannya apabila saat ngetem. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu harus adanya pencegahan truk kontainer yang masuk ke jalan di Kabupaten Lombok Barat untuk beratan muatnya dan sebagainya sehingga truk kontainer tidak sembarangan dapat masuk.

Fathurrahman menambahkan bahwa di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 telah tertulis bahwa pengadaan ruang parkir dapat dilakukan secara perorangan ataupun diurus dengan pemerintah.

Syaifulllah menyampaikan bahwa adanya parkir liar tersebut pula menggangu Penerangan Jalan Umum (PJU) khususnya di daerah Jereneng, Labuapi saat ini semakin banyak truk yang parkir di pinggir jalan. Beliau menyampaikan usulan bahwa truk truk lebih baik tidak melewati simpang lima atau menyiapkan lahan parkir di daerah sana.

Made Parsa menambahkan usulan perlu adanya penambahan rambu larangan parkir untuk mempertegas titik titik rawan parkir yang tidak diperbolehkan.

Juanda selaku Kanit Dikyasa Polres Lombok Barat sebagai pengawas pengguna jalan menyampaikan bahwa sosialisasi telah sering dilaksanakan, akan tetapi kendala yang ditemukan yaitu perbedaan supir setiap harinya, sehingga apa yang disampaikan sosialisasi tidak dapat diterapkan dengan baik

Pengaduan selanjutnya terkait dengan permintaan penebangan pohon, Syafullah selaku Kepala Bidang Tata Kota Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa untuk semua pengaduan yang masuk ke FLLAJ Kabupaten Lombok Barat telah ditindaklanjuti. Beliau menyampaikan bahwa target sisa 2 bulan di tahun 2019 ini yaitu di daerah Labuapi, dalam waktu 2 minggu terakhir ini telah melakukan penebangan terhadap pohon yang miring. Di daerah Labuapi terdapat 4 pohon yang membahayakan, dan baru hanya 1 yang telah dilakukan penebangan. Hal yang menjadi kendala pada pohon tersebut terkait dengan tingkat kesulitan yang terlalu tinggi. Sementara itu, untuk daerah Dasan Cermen hingga ke Lembar untuk pohon yang miring belum dapat dilakukan eksekusi. Tetapi tetap untuk daerah Dasan Cermen menjadi prioritas yaitu pohon yang telah mati. Untuk daerah Senggigi telah selesai dilaksanakan untuk pohon baik yang mati maupun miring. Namun, untuk daerah Narmada belum disentuh sama sekali dikarenakan kendala anggaran yang kurang.

Amrul Jihad mengapresiasi kerja dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat yang telah melakukan pengeksekusian pohon walaupun tidak berada di daerah Kabupaten Lombok Barat. Berkaitan dengan maraknya tumbangnya pohon yang menimpa pegendara lalu lintas, beliau menekankan perlunya pengawasan atau antisipasi terhadap hal tersebut sehingga tumbangnya pohon tidak terjadi kembali terlebih yang dapat menimpa pengendara lalu lintas.

Setelah pembahasan aduan/keluhan masyarakat, terdapat serah terima jabatan dari PIUC terhadap aspek keselamatan jalan yang telah dilakukan oleh PRIM ke FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Penyerahan dilakukan oleh Ardhy selaku Engineer PIUC kepada Ketua FLLAJ Kabupaten Lombok Barat.

Erna Safaah selaku perwakilan penyandang disabilitas menyampaikan usulan apabila adanya penanaman pohon agar memperhatikan jenis pohonnya untuk tidak yang menjorok ke jalan.

Ahkam Mahfudz selaku Kabag Humas Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa maraknya saat ini komunitas di Lombok Barat yang mengajak untuk menanam pohon kurma di bahu jalan agar berbau islami atau syariah. Akan tetapi, pohon kurma tersebut cukup membahayakan ujungnya yang cukup tajam serta membahayakan. Sehingga, beliau meminta kepada Dinas terkait agar dapat mencegah hal tersebut.

Rapat ditutup dengan informasi terkait diluncurkannya aplikasi mobile pengaduan untuk Kabupaten Lombok Barat yang terintegrasi dengan NTB Care serta Pelormas yang dimiliki oleh provinsi NTB. Aplikasi ini bernama “siPecatu” yang telah tersedia dan dapat di download melalui play store.