x

Apa yang bisa kami perbaiki dari website ini?

Berita

Home / Berita

Workshop PMM Amandemen 4 PRIM tahun 2017

Mataram – Workshop PMM Amandemen 4 PRIM Tahun 2017 dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Mei 2017 bertempat di Hotel Santika Mataram. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai Overview PRIM dan KIAT serta criteria dan mekanisme pemberian dana hibah oleh Pemerintah Australia kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Lombok Barat.

Worshop dibuka oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Nusa Tenggara Barat pada pukul 09.00 Wita. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih berkat adanya PRIM, presentase ruas jalan yang rusak semakin berkurang pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Beliau mengharapkan untuk mendapat gambaran yang nyata tentang peningkatan kualitas jalan melalui skema PRIM serta pelaksanaan pekerjaan jalan dengan APBD dapat mengikuti skema PRIM.

Dirjen Jalan Bebas Hambatan Perkotaan Kementerian PUPR membuka secara resmi kegiatan workshop tersebut. Dalam sambutannya, belaiu menyampaikan keadaan kemanatapan jalan baik jalan nasional maupun jalan daerah. Untuk kemantapan jalan daerah jauh tertinggal dibandingkan dengan jalan nasional, maka dari itu diperlukan beberapa hal untuk menyetrakan tingkat kemantapan antara jalan nasional dengan daerah antara lain:

  • Mengupayakan semaksimal mungkin agar jalan daerah mulai ditingkatkan.
  • Upaya pembuatan DAK penugasan
  • Upaya peningkatan anggaran

Beliau menyampaikan bahwa BAPENAS sudah mulai meperioritaskan daerah mana saja yang harus diutamakan dengan menerapakan pola kerja PRIM dengan cara membina tata kelolan agar lebih baik serta mengendalikan prioritas pekerjaan agar lebih baik. Melihat keberhasilan dari pola kerja PRIM, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Harus ada komitmen untuk membuat jalan yang lebih baik,
  • Transpalansi dengan mengikutsertakan Forum LLAJ dan masyarakat agar ikut mengawal/mengawasi pekerjaan tersebut,

Beliau menyampaikan pula bahwa didaerah kita diperlukan control, sehingga di PRIM terdapat advokasi dan verifikasi sehingga punya komitmen dan target untuk mencapai sesuatu yang diharapkan.

Dengan keberhasilan PRIM ditingkat provinsi, kabupaten perlu banyak mencontoh ke provinsi. Sehingga, Nusa Tenggara Barat menjadi Laboratorium atau contoh bagi provinsi maupun kabupaten lainya di Indonesia.

Mr. Robert Hardy perwakilan dari Pemerintah Australia menyampaikan Overview PRIM dan KIAT.beliau menyampaikan bahwa IndII akan berakhir pada bulan Juni 2017 dan akan digantikan dengan KIAT (Kemitraan Indonesia Australia). Beliau sangat berteimakasih kepada semua pihak untuk progress yang telah dicapai oleh PRIM baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten.

Antusiasme akan hadirnya PRIM akan menjadi tantangan tersendiri bagi daerah untuk tahun-tahun yang akan dating. Beliau menyampaikan bahwa infrastruktur menjadi perhatian dan focus terhadap jalan dalam rangka menekan biaya logistic.

Disamping itu, beliau menyampaikan capaian-capaian yang telah dapa dilaksanakan oleh PRIM selama kurun waktu 5 tahun terakhir.

Subdit Bimbingan Teknik Jalan Daerah menyampaikan mekanisme verifikasi yang akan dilaksanakan pada tahun ini baik untuk tahap I (Juni) dan II (November) tahun 2017. Beliau juga menyampaikan item-item verifikasi yang harus dicapai baik oleh FLLAJ dan Dinas PU provinsi dan kabupaten agar mendapat dana hibah maksimal dari Pemerintah Australia.

Kegiatan Workshop PMM Amandemen 4 PRIM tahun 2017 berakhir pada pukul 16.00 Wita.