ISI BERITA

Rapat Bulan Desember FLLAJ Provinsi NTB

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Lombok Barat menghadiri rapat bulanan FLLAJ Provinsi NTB pada bulan Desember tahun 2019. Kegiatan yang sekaligus menjadi rapat akhir tahun dari FLLAJ Provinsi NTB ini dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Desember 2019 di Ruang Rapat Laboratorium Pusat Rujukan Nasional.
Dalam kegiatan ini, I Wayan Suteja selaku Ketua kelompok Kerja (Pokja) FLLAJ Provinsi NTB menjadi pemimpin rapat sekaligus membuka acara ini. Dalam sambutannya, beliau membacakan pula agenda kegiatan rapat yakni pembahasan aduan/keluhan/informasi yang telah terhimpun oleh Sekretariat FLLAJ Provinsi NTB selama bulan Desember hingga penyelenggaraan rapat serta ekspose PRMS tahun 2020.
Aduan yang masuk selama bulan Desember tahun 2020 berjumlah 36 aduan dengan aduan yang tuntas telah ditindaklanjuti secara fisik berjumlah 16 buah aduan. Aduan dominan yakni terkait dengan pengangkutan beban atau volume yang berlebihan sehingga cukup membahayakan di jalan raya. Disamping itu pula, aduan terkait dengan beroperasinya larangan parkir di Kawasan Bisnis Cakra (KBC) juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.
Dalam kegiatan ini pula dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram. Beliau menyampaikan bahwa Sistem Kendali Lalu lintas Kendaraan atau Area Traffic Control System (ATCS) yang pada saat ini berjumlah 5 buah di 5 simpang di Kota Mataram akan bertambah yakni menjadi 7 buah (simpang Pagesangan dan simpang Bank Indonesia). Beliau menghimbau agar peserta rapat dapat mensosialisasikan hal ini kepada sanak saudara atau masyarakat luas lainnya akan hal ini sehingga kepatuhan berlalu lintas demi keselamatan bersama dapat terwujud.
Agenda selanjutnya terkait dengan ekspose PRMS tahun 2020 disampaikan oleh Etty selaku Kasi Perencanaan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi NTB. Beliau menyampaikan bahwa target capaian untuk program tahun 2020-2023 untuk Pulau Lombok adalah adanya peningkatan kapasitas korido-koridor utama menuju Bandara Internasional Lombok serta kawasan potensiap dan perkotaan. Disamping itu pula diharpakna adanya peningkatan aspek keselamatan jalan, khususnya pada lokasi rawan kecelakaan dan rawan longsor. Sedangkan untuk target capaian pada Pulau Sumbawa yakni terwujudnya konektivitas jaringan jalan Pulau Sumbawa serta adanya peningkatan kemantapan jalan provinsi sebesar lebih dari 80%.
Dengan berakhirnya ekspos PRMS dari Dinas PUPR Provinsi NTB, maka berakhir pula kegiatan rapat bulan Desember tahun 2019 di FLLAJ Provinsi NTB.

>