ISI BERITA

Rapat FLLAJ Bulan Oktober 2020

Gerung - Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Lombok Barat kembali menyelenggarakan rapat bulanan secara virtual melalui aplikasi zoom ditengah masa pandemic Covid-19 ini pada hari Kamis, 8 Oktober 2020. Dalam kegiatan ini akan membahas terkait dengan pengaduan yang telah dirangkum dari Bulan Maret 2020 hingga bulan Oktober 2020. Rapat bulanan FLLAJ dari bulan Maret mengalami penundaan dikarenakan dalam masa pandemic. Sehingga, seluruh aduan akan dibacakan pada rapat bulan Oktober 2020. Sebagai pembuka, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa rapat bulanan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat kali ini sedikit berbeda karena tidak dapat bertatap muka secara langsung. Namun tetap dalam masa pandemic ini FLLAJ tetap menadapat aduan/keluhan/informasi terkait penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan. FLLAJ kabupaten Lombok Barat pula tetap bekerja seperti biasa untuk memverifikasi aduan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan. Pada akhir sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar masa pandemic segera berakhir sehingga rapat bulanan dapat dilakukan seperti biasanya. Aduan dibacakan oleh Imam Arief selaku staff IT FLLAJ Kabupaten Lombok Barat. Beliau membacakan 13 aduan/keluhan/informasi yang telah dirangkum dari bulan Maret 2020 hingga pelaksanaan rapat. Aduan yang diterima didominasi dengan pegaduan terkait kerusakan jalan. Pengaduan terkait kerusakan jalan ditanggali oleh M. Husni, ST selaku Kasi Pemeliharaan Teknis Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa lumpur yang terjadi pada ruas Sekotong – Telaga Lebur dikarenakan teknis dalam pengeprasan tanah dilakukan dengan tidak baik sehingga kelongsoran terjadi. Namun, pihak dinas segera telah melakukan tindak lanjut dengan menurunkan alat berat pada lokasi dan saat ini telah tuntas. Kerusakan jalan yang terjadi pada ruas Keru-Sesaot akan diusahakan akan dilaksaian pada APBDP atau APBD murni Kabupaten Lombok Barat tahun 2021. Kemudian, kerusakan jala akibat galian pipa PDAM pada ruas Meningting – Midang akan segera dilakukan pengecekan kembali ke lapangan. Pengaduan terkait dengan parkir truck berada di simpang 5 Gerung ditanggapi oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat. Beliau menyampaikan bahwa akan dilakukan penataan pada terminal Sigenter, sehingga truck truck yang berada di pinggir jalan dalam kawasan tersebut dapat memarkirkan kendaraannya disana. Harapannya, tidak ada lagi truck yang berada di pinggir jalan. Kerusakan jalan yang berada di Meninting – Midang akibat dari galian pipa PDAM ditanggapi pula oleh perwakilan PDAM. Beliau menyampaikan bahwa kerusakan tersebut telah dilakukan penanganan dengan cara rabat beton saja. Namun nantinya akan dilanjutkan dengan pengaspalan. Perwakilan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat menanggapi terkait dengan PJU yang tidak aktif pada jalan bypass BIL. Beliau menyampiakn hal tersebut akan menjadi prioritas penangan tahun ini. Kemudian beliau menambahkan terkait dengan kurangnya PJU yang berada di sepanjang jalan menuju Gili Nangu. Beliau mengakui bahwa PJU secara umum di daerah Sekotong memang belum terpasang. Untuk daerah pariwisata akan dilakukan penanganan melalui KPBU. Harapannya, dapat terealisasi dengan cepat. Selanjutnya, Imam Arief menyampaikan pembahasan terkait dengan draft resolusi CoST internasional. Pada intinya dalam perubahannya memungkinkan untuk setiap individu dari anggota CoST untuk mevalonkan diri menjadi anggota dewan CoST Internasional dan memiliki hak pilih. Dewan CoST ingin meningkatkan tata kelola CoST Charity yang berbasis di Inggris. Yang terpenting, yaitu ingin membuat mekanisme yang bisa diterapkan untuk memungkinkan anggota CoST secara langsung memilih individu untuk Dewan CoST. Ini dimaksudkan untuk: (a) menumbuhkan rasa kepemilikan yang lebih besar di antara anggota CoST terhadap kontibusi dan pekerjaannya dan (b) memastikan perspektif dari mereka yang menerapkan CoST tersedia untuk secara langsung menginformasikan pengambilan keputusan.
>