ISI BERITA

Sosialisasi CoST Program PRIM/PHJD

Dalam rangka meningkatkan keterbukaan informasi publik dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan infrastruktur jalan sebagaimana diamanatkan Peraturan Menteri PU No.1/PRT/M/2021 tentang Peran Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Jalan, Program Hibah Australia melalui Provincial Road Improvement and Maintenance (PRIM) telah menerapkan pronsip Infrastructure Transparency Initiative (CoST). Salah satunya adalah dengan menampilkan data utama secara proaktif tentang kegiatan fisik di website Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) di setiap daerah. Salah satu daerah di Indonesia yaitu Kabupaten Lombok Barat telah menjadi satu-satunya anggota CoST – The Infrastructure Transparency Initiative. Kemudian, untuk memperluas tujuan serta manfaat keterbukaan informasi dan penerapan CoST bidang infrastruktur, maka Pusat Fasilitas Infratsruktur Daera Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelenggarakan Sosialisasi Infrastructure Transparency Initiative (CoST) pada hari Rabu, 22 Sepember 2021 melalui teleconference Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 274 peserta yang berasal dari daerah penerima PHJD/PRIM. Kegiatan ini dibuka oleh Riono Suprapto selaku Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Kementerian PUPR. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa dalam PMM, Program PHJD/PRIM dari awal telah mengadopsi prinsip keterbuakaan informasi CoST terkait dengan 40 item Data Standar Infrastruktur dan telah dipublikasikan pada website FLLAJ daerah penerima PHJD/PRIM. Melalui keterbukaan IDS CoST di daerah penerima PHJD/PRIM tersebut telah menjadi inti dari proses trasnparansi dan telah mulai dikenal oleh masyarakat. Di akhir sambutannya, beliaum menyampaikan harapan PFID dalam kegiatan ini yaitu daerah-daerah penerima PHJD/PRIM dapat mengambil informasi berharga terkait CoST ini dan dapat mempertimbangkan untuk mendaftarkan diri menajdi anggota seperti Kabupaten Lombok Barat. Selanjutnya, Ginny Ferson selaku perwakilan dari British Embassy meyampikan tujuan pemberian dana hibah CoST ini yaitu untuk mendorong pereekonomian serta mengurangi tingkat kemiskinan pada negara penerima. Harapannya, melalui kegiatan ini Kabupaten Lombok Barat dapat memberikan informasi yang positif untuk daerah lainnya serta dapat menyebarkan hal-hal baik terkait dengan CoST. Imam Arief Putrajaya selaku Manager CoST Kabupaten Lombok Barat memaparkan 5 materi terkait dengan pengenalan CoST, keterbukaan data CoST, proses assurance, kerjasama multi pemangku kepentingan, dan akuntabilitas sosial. Beliau menyampaikan bahwa CoST merupakan inisiatif global yang berusaha meningkatkan trasnparansi dan akuntabilitas dalam infrastruktur publik. CoST bekerja dengan pemerintah, sector industri, dan masyarakat sipil untuk mempromosikan keterbukaan, validasi dan interpretasi data dari proyek infrastruktur. Pada saat ini, CoST bekerja secara global dengan anggota yang telah mencakup empat benua. Selain bekerja dengan anggota CoST di tingkat nasional, CoST bekerja secara internasional memfasilitasi pertukaran pengalaman dan pengetahuan global tentang transparansi dan akuntabilitas dalam infrastruktur publik. Kabupaten Lombok Barat telah tercatat sebagai satu-satunya anggota resmi CoST di Indonesia pada tanggal 26 Oktober 2019. Namun, sebelumnya pula Kabupaten Lombok Barat telah menerapkan CoST melalui Program PRIM yang bekerja sama dengan KIAT mulai dari tahun 2017 dan telah membuka 40 mata data proyek untuk 20 proyek infrastruktur jalan terdiri dari 9 Paket PRIM, 5 Paket DAK, dan 6 Paket DAU. Antusias peserta rapat sangat tinggi dilihat dari banyaknya pertanyaan yang dilayangkan kepada pemateri. Peserta workshop menggali secara detail bagaimana Kabupaten Lombok Barat dapat menjadi anggota resmi CoST Internasional dan berharap daerahnya pun dapat mereplikasi hal baik tersebut.
>