ISI BERITA

Sosialisasi Forum LLAJ Kabupaten Lombok Barat dan Pra-Konsultasi Publik di Kecamatan Narmada

Narmada - Sosialisasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Mei 2017 pukul 09.00 – 12.15 WITAdi Aula Kantor Camat Narmada. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang yang terdiri dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, Dinas PU Lombok Barat, unsur kecamatan, desan, dusun, BPD (se Kecamatan Narmada dan Lingsar), Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Tokoh Masyarakat, serta Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat.

Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Camat Narmada pada pukul 09.30 Wita. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi telah terbentuknya wadah koordinasi antar instansi penyelenggara jalan dan lalu lintas untuk membantu masyarakat dalam memberikan keluhan terkait hal tersebut. Beliau juga sangat mengharapkan melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Lombok Barat dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan oleh masyrakat terkait jalan dan lalu lintas. Dalam sambutannya itu juga beliau mengeluhkan terkait kondisi jalan yang rusak pada ruas jalan Narmada maupun Lingsar. Melaui kegiatan ini, beiau mengharapkan untuk lebih memperhatikan kondisi jalan serta angkutan. Dinas Perhubungan hendaknya lebih pemperhatikan terkait kendaraan yang mempunyai nilai muatan melebihi kapasitas atau lebih dari 8 ton yang menjadi salah satu pemicu kerusakan jalan. Beliau juga menyapaikan kepada Dinas PU Kabupaten Lombok Barat maupun PRIM untuk lebih memperhatikan drainase baik yang berada disisi kiri maupun kanan jalan sehingga air tidak menjadi tergenang. Beliau juga menyampaikan masalah terkait galian pipa PDAM yang sudah cukup meresahkan masyarakat. Beliau mengharapkan terkait galian tersebut mendapat tindak lanjut dan tidak hanya ditutp dengan tanah begitu saja. Karena jika hujan turun, tanah tersbut akan turun dan menimbulkan lubang kembali.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menyampaikan sambutan pada sosialisasi ke-5 FLLAJ Lobar di Kecamatan Narmada. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan forum lalu lintas merupakan amanah dari UU No. 14 tahun 1992 yang telah diubah menjadi UU No. 22 Tahun 2009 pasal 13, yaitu: penyelenggaraan angkutan jalan memerlukan adanya koordinasi, sehingga terbentuklah Forum LLAJ. Beliau juga memaparkan sejarah singkat terbentuknya FLLAJ di Kabupaten Lombok Barat dimulai sejak tahun 2012, tetapi aktif kembali mulai Januari 2017.

Rohani, ST., MT selaku akedimisi UNRAM yang juga menjabat sebagai anggota Pokja FLLAJ Kabupaten Lombok Barat memaparkan materi terkait forum. Dalam paparanny, beliau memberikan gambaran singkat terkait sjearanh, dasar hukum, tugas dan fungsi, SOP FLLAJ, cakupan layanan, serta media pengaduan yang dapat digunakan masyarakat dalam memberikan aduan/keluhan/informasi terkait jalan raya dan lalu lintas.

Adapun 9 (sembilan) SOP tersebut antara lain:

  1. SOP FLLAJ memberikan masukan kepada PRIM;
  2. SOP FLLAJ mengemban tugas dan fungsi koordinasi;
  3. SOP FLLAJ perlindungan anak;
  4. SOP FLLAJ terlibat Musrenbang;
  5. SOP FLLAJ keluhan masyarakat;
  6. SOP FLLAJ konsultasi publik;
  7. SOP FLLAJ monitoring dan evaluasi;
  8. SOP FLLAJ perencanaan dan penganggaran;
  9. SOP FLLAJ update website.

 

Rezha Fryanka selaku Tenaga Ahli pada PRIM-PIUC memaparkan gambaran umum terkait PRIM. Beliau menyampaikan kondisi jalan yang ada di Kabupaten Lomboj Barat serta penanganan yang akan dilakuka oleh PRIM terkait dengan keruskana jalan tersebut. Beliau juga menjelaskan bagaimana syarat untuk hibah insentif yang akan diberikan olehPemerintah Australia kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Ni Luh Putri Utami, ST.,MT.,Msc selaku Kasi Perencanaan Teknis dan Pengendalian Bidag Bina Marga Dinas PU Kabupaten Lombok Barat memaparkan secara detail terkait jalan, klasifikasi jalan, serta bentuk-bentuk penanganan yang akan dilakukan terhadap suatu jalan yang rusak. Dalam paparannya, beliau menjelaskan terkait paket penanganan (P2) PRIM untuk daerah Narmada-Lingsar.

Dalam sosialisasi ini, terdapat kegiatan diskusi/tanya jawab dari peserta sosialisasi kepada narasumber yang telah menyampaikan paparannya. Peserta sosialisasi sangat antusias dalam memberikan aduan/keluhan/laporan terkait dengan masalah lalu lintas dan jalan raya yang sering mereka temukan di daerahnya masing-masing. Sama halnya dengan sosialisasi di kecamatan sebelunya, keluhan yang paling dominan terkait dengan kerusakan jalan.

Melalui Forum yang telah dibentuk di Kabupaten Lombok Barat, mereka mengharapkan adanya dampak serta tindaklanjut setiap aduan terkait dengan masalah lalu lintas dan jalan raya guna menghindari hal-hal yang tidak dinginkan dan merugikan.

>